BUPATI KULONPROGO MINTA WARGA TAK TERPROVOKASI-Orang Gila Bakar 25 Alquran

PENGASIH (MERAPI)- Sebanyak 25 kitab suci Alquran di Masjid Al Iman, Dusun Siluwok, Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo, dibakar orang tak dikenal, Selasa (2/1). Pembakaran dilakukan di kamar mandi masjid, sesaat sebelum masuk waktu Salat Dzuhur. Dari keterangan saksi, diduga kuat aksi pembakaran itu dilakukan oleh seorang wanita pengidap gangguan jiwa. Hingga Rabu (3/1), pelaku masih diburu.
Pascakejadian itu, jemaah masjid maupun warga setempat meyakini pelaku pembakaran adalah penderita gangguan jiwa sehingga situasi wilayah ini tetap kondusif.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulonprogo mendatangi lokasi kejadian, Rabu (3/1). Di tempat pembakaran Alquran yakni kamar mandi masjid, masih terlihat bekas pembakaran berwarna hitam di closet, tembok bagian bawah dan bak kamar mandi. Tidak ada hal-hal yang dikhawatirkan pascakejadian ini, karena jemaah masjid juga warga setempat meyakini bahwa tindak pembakaran kitab suci Alquran tersebut dilakukan orang yang tidak normal.
“Kami minta warga tidak bereaksi berlebihan, jangan sampai terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang bisa memperpanjang masalah,” kata Kepala Kantor Kesbangpol Kulonprogo, Tri Wahyudi, di sela tinjauan.
Kondisi pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa, kata Tri, diketahui dari keterangan saksi mata. Sejumlah warga sempat memergoki pelaku sebelum dia beraksi. Saat itu diketahui penampilannya seperti orang tidak normal, dan ketika ditanya, yang bersangkutan hanya diam. “Perginya juga jalan, tidak lari,” imbuhnya.

Imbauan yang sama juga disampaikan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Orang nomor satu di Kulonprogo ini meminta agar masyarakat tetap tenang dalam menyikapi terjadinya pembakaran Alquran di Masjid Al Iman. Terlebih, pelaku pembakaran diduga kuat merupakan penderita gangguan jiwa.
“Pelaku sempat dilihat dan dikejar oleh dua orang saksi. Baik saksi pertama dan kedua yang melihat, memang (pelaku) mempunyai tanda-tanda orang dengan gangguan jiwa,” katanya.
Perempuan yang diduga menderita gangguan jiwa ini, diduga membakar Alquran di toilet kamar mandi sisi utara masjid. Saksi melihat di dalam kamar mandi sebelahnya ada perempuan tak dikenal yang menggelar sajadah, kemudian pergi. Saat dikejar, orang tersebut justru menunjukkan perilaku seperti orang dengan gangguan jiwa berat.
“Dia menarik bajunya ke atas, bahkan seperti tidak pakai pakaian dalam. Saksi yang memergokinya kemudian tidak melanjutkan pengejaran,” imbuhnya.
Atas kejadian ini, Bupati Hasto kemudian meminta Kantor Kesbangpol, Bagian Kesra, dan Asisten Sekda untuk menelusuri. Sementara masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Jangan gelisah, jangan cemas, jangan marah. Percayakanlah pada kami untuk mempelajari permasalahan ini,” imbuhnya.
Dikatakan, Pemkab Kulonprogo bahkan siap membantu pihak kepolisian untuk mengidentifikasi status mental psikologi pelaku tersebut. Hasto menyebut, ahli kejiwaan dan psikolog akan disiapkan untuk memeriksa kondisi pelaku secara klinis sehingga didapatkan hasil akurat. Ia menilai identifikasi kondisi kejiwaan pelaku tidak sulit.(Unt)

Read previous post:
Kewajiban Merawat Orangtua
Kewajiban Merawat Orangtua

SUDAH menjadi risiko setiap orang tua, suatu saat nanti pasti akan ditinggal oleh anak-anaknya yang sudah berkeluarga dan punya kesibukan

Close