Personel Gabungan Amankan 32 Gereja

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai memeriksa kendaraan dinas yang disiagakan, bersama Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo
Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai memeriksa kendaraan dinas yang disiagakan, bersama Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo

PENGASIH (MERAPI) – Jelang perayaan Natal, Polres Kulonprogo telah memetakan titik kerawanan selama pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2017. Titik kerawanan tersebut tersebar di 32 lokasi gereja yang melaksanakan kegiatan keagamaan dalam perayaan Natal, dengan jumlah jemaat lebih dari 700 orang.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai menyampaikan, selain perayaan Natal, Ops Lilin Progo 2017 juga diselenggarakan untuk mengamankan dan memantau situasi perayaan Tahun Baru 2018. Sesuai perintah Kapolri, pelaksanaan operasi ini akan difokuskan pada lima jenis kerawanan yang mungkin terjadi selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Yakni ancaman teroris, kemacetan lalu-lintas, ketersediaan dan lonjakan harga bahan pangan, aksi sweeping oleh organisasi masyarakat (ormas) terhadap penggunaan atribut serta pelaksanaan keagamaan saat Natal,” kata AKBP Irfan usai Gelar Pasukan Operasi Lilin Progo 2017 di Halaman Mapolres Kulonprogo, Kamis (21/12).

Sebagai upaya antisipasi, Polres Kulonprogo telah membentuk satgas khusus. Sebanyak 245 personel dari aparat kepolisian dibantu 100 personel dari unsur TNI, Linmas, Dishub dan lainnya juga disiagakan. Sebanyak 423 kendaraan dinas yang terdiri atas 338 motor, 71 mobil, 14 kendaraan roda enam bahkan disiapkan demi mendukung mobilitas personel gabungan dalam melakukan pengamanan.

“Operasi juga mengamankan ibadah keagamaan Natal 2017 dan objek wisata selama libur Tahun Baru 2018. Dua pos pengamanan dan dua pos pantau disiagakan, yakni berada di Alun-alun Wates dan Gereja Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan untuk pos pengamanan serta di objek wisata Kalibiru dan Pantai Glagah untuk pos pantau,” jelasnya.

Kabag Ops Polres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan menambahkan, pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi 2017 yang sebelumnya digelar pada 8-18 Desember, diperpanjang pada 23 Desember hingga 1 Januari 2018. Kebijakan ini didasarkan pada hasil rapat lintas sektoral terkait perayaan Natal dan Tahun Baru. Selama operasi 8-18 Desember, petugas berhasil menyita 109 minuman keras dari Kecamatan Panjatan, Samigaluh dan Wates. (Unt)

Read previous post:
Warga kerja bakti memperbaiki rumah rusak yang diterjang longsor
Longsor Rusak 4 Rumah

GIRIMULYO (MERAPI) - Bencana tanah longsor kembali terjadi di sejumlah titik wilayah Kulonprogo, Rabu (20/12). Peristiwa ini menyebabkan empat rumah

Close