DISHUB YOGYA SIAP TINDAK TEGAS – Jukir Diultimatum Tak Naikkan Tarif

Petugas Dishub dan Polresta Yogyakarta memasang pembatas jalan portabel di kawasan Kotabaru, Rabu (20-12) untuk mengatasi kemacetan saat libur akhir tahun.
Petugas Dishub dan Polresta Yogyakarta memasang pembatas jalan portabel di kawasan Kotabaru, Rabu (20-12) untuk mengatasi kemacetan saat libur akhir tahun.

UMBULHARJO (MERAPI)- Mendekati libur Natal 2017 dan Tahun Baru, para juru parkir di Kota Yogyakarta diingatkan agar tidak memanfaatkannya dengan menaikan tarif parkir di luar batas kewajaran. Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta pekan ini bakal melayangkan surat edaran terkait kepatuhan peraturan tarif parkir kepada semua juru parkir di Yogya.

“Kami minta para juru parkir tidak menaikkan tarif. Pekan ini kami akan keluarkan surat edaran untuk seluruh juru parkir tepi jalan umum dan tempat khusus parkir agar menerapkan tarif sesuai perda,” kata Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Imanudin Aziz kepada wartawan, Rabu (20/12).

Tarif parkir tepi jalan umum telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2009 yakni sepeda motor Rp 1000 dan mobil Rp 2000. Sedangkan di tempat khusus parkir yang diatur di Perda Nomor 20 tahun 2009 dengan tarif parkir sepeda motor Rp 1000, mobil Rp 2000, bus sedang Rp 15.000 dan bus besar Rp 20.000. Tarif parkir di tempat khusus parkir itu berlaku dua jam pertama dan progresif setiap jam berikutnya dikenai 50 persen dari tarif.

Dia menyatakan, petugas Dishub Kota Yogyakarta akan memantau di lapangan untuk mengantisipasi kenaikan tarif parkir secara tak wajar. Terutama di titik-titik parkir tempat wisata seperti di kawasan Malioboro. Jika ada juru parkir yang terbukti melanggar tarif akan ditindak. Menurut Imanudin Aziz, masyarakat yang dikenai tarif parkir tak sesuai ketentuan bisa menyampaikan keluhan langsung ke Dishub Kota Yogyakarta.

“Penindakan bisa pembinaan sampai sanksi sesuai perda yaitu tindak pidana ringan di pengadilan. Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penegakan aturannya,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, potensi luberan parkir karena lokasi parkir tidak bisa menampung kendaraan juga akan dipantau. Dia mencontohkan lokasi parkir yang berpotensi meluber yakni parkir di sirip-sirip jalan kawasan Malioboro seperti di Jalan Suryatmajan.

“Lokasi parkir tepi jalan umum di Jalan Suryatmajan sekarang sudah dipindah ke sisi selatan jalan. Hanya untuk parkir kendaran roda empat tidak ada parkir sepeda motor,” tegas Aziz.

Pihaknya juga meminta para pengendar bus pariwisata tidak memarkirkan armada di tepi jalan umum saat tempat khusus parkir penuh. Para pengelola tempat khusus parkir diminta salin berkoordinasi jika parkir sudah penuh. Misalnya di tempat khusus parkir Ngabean saat sudah penuh diminta berkoordinasi dengan pengelola parkir di Pasar Niten. (Tri)

Read previous post:
Wabup Sutedjo
Stok Elpiji Dipastikan Aman

WATES (MERAPI) - Ketersediaan elpiji dan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dipastikan aman.

Close