PELAKU DIHUKUM 19 TAHUN-Sidang Pembunuhan Mahasiswi Hamil Ricuh

Kerabat korban Rifka berteriak histeris setelah mendengar vonis hakim
Kerabat korban Rifka berteriak histeris setelah mendengar vonis hakim

WATES (MERAPI)- Terdakwa kasus pembunuhan berencana, Sunarto (22) warga Dusun Balak, Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo divonis hukuman penjara 19 tahun dalam sidang di PN Wates, Rabu (20/12). Ia dinyatakan bersalah telah membunuh kekasihnya yang tengah hamil 7 bulan, yakni mahasiswi Rifka Annisa Rahmawati (20) warga Kasihan, Bantul pada 25 Maret lalu. Mendengar vonis hakim, keluarga korban tak bisa menerima hingga sidang berlangsung ricuh.
Keluarga korban berusaha memukul terdakwa saat keluar ruang sidang.
Pembunuhan berencana yang dilakukan Sunarto dianggap sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan. Selain hukuman penjara 19 tahun, Sunarto juga dijatuhi hukuman denda Rp 60 juta subsider empat bulan kurungan.
Kasi Intelejensi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo, Yogi Andiawan Sagita menyampaikan, Sunarto terbukti melanggar pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana serta Pasal 80 Ayat 3 juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. Sebab selain membunuh kekasihnya sendiri yang telah direncanakan sebelumnya, hakim juga menyatakan bahwa tindakan terdakwa menyebabkan janin berusia tujuh bulan yang ada dalam rahim korban meninggal.
Fakta persidangan mengungkap, Sunarto tega menghabisi nyawa Rifka Annisa dengan cara mencekik leher dan membuang jasadnya ke gorong-gorong wilayah Dusun Kamal, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo pada 25 Maret 2017 lalu. Pembunuhan ini telah direncanakan sejak dari rumah terdakwa. Sunarto membunuh kekasihnya lantaran panik serta bingung setelah korban terus mendesak untuk menggugurkan kandungan. Padahal, Sunarto berniat bertanggungjawab untuk menikahi Rifka. Hingga akhirnya dia mengajak korban dengan berboncengan motor lanta smenghabisinya di tempat sepi.(Unt)

Read previous post:
Seni budaya tradisional menjadi ikon pentas seni warga Dusun Neco.Foto: Istimewa
NECO BERDENDANG – Gelar Seni Budaya Desa Sabdodadi

SEBAGAI ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan sarana dan prasarana di Dusun Neco, Desa Sabdodadi Bantul Yogyakarta, masyarakat setempat mengadakan

Close