Muhyidin Selamat dari Longsor Berkat BAB

MAGELANG (MERAPI)-Longsornya tebing setinggi 30 meter di lereng Gunung Merapi di daerah Bego Pendem aliran Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Magelang tak disangka-sangka oleh para penambang. Sebab, lokasi tersebut memang selama ini menjadi jujugan para penambang manual dari Magelang dan Sleman.
Saksi di lokasi kejadian, Muhyidin (41) warga Dusun Dermo, Bringin, Srumbung, Magelang mengatakan, dia berhasil selamat dari longsoran karena tengah buang hajat saat longsor terjadi. Awalnya kemarin pagi ia ke lokasi penambangan mengemudikan kendaraan truk B 9406 DB dan mengangkut beberapa warga yang ikut menambang. Pada saat warga sedang menambang, ia pamitan untuk buang hajat. “Ketika saya kembali ke lokasi penambangan, saya lihat tanah tebing bagian atas mendadak ambrol dan langsung menimpa beberapa penambang,” katanya. Dia pun berlari menjauh dari tebing.

Dia mengatakan, kendaraan truk yang dikemudikannya juga ikut terkena longsoran. “Truk saya terdorong material yang longsor, bagian kiri belakang kendaraan sempat terkena bebatuan ukuran besar,” ujarnya. Saksi mata yang juga penambang pasir lain, Herman (25) warga Desa Tirto Kecamatan Grabag Magelang mengatakan, sebelum kejadian, terdengar suara gemuruh yang cukup kuat. Akibat kejadian ini, dia mengalami luka dan hingga Senin sore masih memperoleh perawatan di RSU Muntilan dengan ditunggui ibunya. Dikatakan, Senin pagi ia berangkat dari rumah menuju ke lokasi penambangan. Sekitar pukul 06.00 ia bersama warga lainnya dari Desa Tirto Grabag sampai di lokasi dan langsung melakukan penambangan secara manual.

Hingga sekitar pukul 09.00, material yang ditambang sudah cukup banyak dan sudah dinaikkan ke atas kendaraan truk. “Sekitar pukul 09.30 mendadak terdengar suara tidak beraturan dan cukup keras serta kondisinya agak gelap,” kata Herman. Melihat hal buruk bakal terjadi, ia bersama teman-temannya berusaha lari menyelamatkan diri. Namun karena sandal yang dipakainya putus talinya saat berlari, Herman terjatuh dan sempat terkena material tebing yang longsor. “Saya mengalami luka di bagian kaki dan badan bagian belakang juga terkena bebatuan,” katanya.
Dari pantauan <I>Merapi<P>, lokasi kejadian itu berjarak sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sejumlah penambang mengatakan, tebing tersebut sebelumnya pernah longsor, hanya saja longsornya tidak besar. Karena banyak pertimbangan, Senin sore sekitar pukul 16.00 proses pencarian untuk sementara dihentikan.

Lokasi kejadian sangat jauh dari keramaian. Tim penyelamat harus melintasi jalur menyusuri tepi aliran Kali Bebeng dan sesekali juga harus menyusuri tengah aliran Kali Bebeng untuk sampai lokasi. Proses evakuasi dilakukan oleh relawan dari beberapa komunitas, anggota Polsek Srumbung, Koramil Srumbung, Polres Magelang, Kodim 0705/Magelang, Damkar Kabupaten Magelang, tim BPBD Kabupaten Magelang dan Basarnas DIY.
“Kalau tidak dibantu alat berat, proses pencarian korban akan memakan waktu lebih lama,” kata Suharno SSOs, salah satu warga Desa Kaliurang Srumbung Magelang, kepada wartawan di lokasi kejadian. (ham)

Read previous post:
Ilustrasi Buah Kejujuran
Buah Kejujuran

“Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membaca kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR.

Close