Longsor di Lereng Merapi Tewaskan 8 Penambang Pasir

Kondisi tebing setinggi 30 meter di lereng Gunung Merapi yang longsor dan menimpa belasan penambang
Kondisi tebing setinggi 30 meter di lereng Gunung Merapi yang longsor dan menimpa belasan penambang

MAGELANG (MERAPI)-Belasan orang penambang pasir terkubur akibat bukit setinggi 30 meter di kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di daerah Bego Pendem aliran Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Magelang, longsor, Senin (18/12). Dari jumlah itu, 8 orang dinyatakan tewas, sedang 8 lainnya luka-luka. Para korban tertimbun saat menambang pasir bekas longsoran pada malam sebelumnya yang kondisinya masih labil.
Lima korban tewas adalah warga Dusun Kemburan, Jumoyo, Salam, Magelang yakni Ahmad Zaenudin, Iwan Dwi, Heri Setyawan, Yuni Supri dan Muhammad.

Sedang tiga lainnya merupakan warga Dusun Dermo, Bringin, Srumbung yakni Suparno, Martono dan Sumarno.
Sedangkan delapan korban luka-luka yang kini dirawat di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang yakni Herman (27), Sukaedi (35), Nur Kholik (20), Harsoyo (30), Asnawi (22) yang merupakan warga Grabag, Magelang serta Samsuri (30) dan Royani (30) keduanya warga Srumbung kemudian Suyatno (38) warga Godean, Sleman.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang, Didik Wahyu Nugroho menuturkan, korban meninggal terakhir ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dan pencarian korban secara resmi dihentikan pukul 17.00 WIB kemarin petang.
“Berdasarkan identifikasi yang dilakukan Tim Inafis Polri, korban yang meninggal sudah sesuai dengan data yang ada,” ujarnya.

Ia mengatakan meskipun pencarian korban sudah dihentikan, namun jika ada laporan orang hilang yang diperkirakan karena kejadian tersebut, tetap akan dilakukan pencarian. “Kalau nanti ada laporan orang hilang dalam kasus tersebut, Selasa (19/12) pagi akan dilanjutkan pencarian,” jelas Didik.
Dikatakan, awalnya 16 penambang pasir manual itu berangkat menambang pada kemarin siang pukul 10.00. Mereka menuju lokasi penambangan Cawang, di alur Sungai Bebeng, Desa Kaliurang, Srumbung, Magelang.
Kebetulan di lokasi itu pada Minggu malam (17/12) terjadi longsor sehingga pasirnya menumpuk. Tumpukan pasir itulah yang menarik minat 16 penambang tersebut. Namun mereka tak memperkirakan jika kondisinya masih labil.
Saat menambang tumpukan pasir pada bagian bawah, tiba-tiba tebing kembali mengalami longsor. Dalam sekejab, mereka tertimbun material pasir dan batu dari tebing setinggi 30 meter tersebut. Warga yang mengetahui kejadian ini segera lapor ke polisi dan dilanjutkan dengan evakuasi.

Didik menuturkan, kendala yang dihadapi petugas yakni tumpukan material dalam jumlah besar sehingga pencarian korban harus dilakukan menggunakan tiga alat berat. Selain itu, potensi longsor susulan di tebing masih sangat tinggi.
Ia menyebutkan longsor yang terjadi berupa tebing sepanjang 30 meter dan tinggi 30 meter. Seorang sopir truk pengangkut pasir yang mengetahui kejadian itu, Haryono menuturkan, saat kejadian ada sembilan truk yang antre di lokasi penambangan tersebut. “Selain belasan korban yang tertimpa longsoran berupa batu dan pasir, juga ada dua truk yang terkubur,” katanya.<B>(Ham)<P>

Read previous post:
Ilustrasi Pilkades Massal 126 Desa Diagendakan Desember 2018
Pilkades Massal 126 Desa Diagendakan Desember 2018

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak 126 jabatan kepala desa (kades) akan habis masa jabatannya pada Desember 2018 mendatang. Kondisi tersebut membuat

Close