Diserang Gerombolan Klitih, Lengan Disabet Pedang

 UMBULHARJO (MERAPI) – Saat naik motor sepulang kerja, Roi Saputra (22) warga Kotagede, Yogya, disabet pedang oleh orang tak dikenal, yang diduga merupakan gerombolan cah klitih di sekitar XT Square Umbulharjo, Yogya, Sabtu (16/12) malam. Akibat kejadian ini, Roi mengalami luka di lengan kanan. Hingga Minggu (17/12) motif dan pelaku penyerangan masih misteri.
Kapolsek Umbulharjo Kompol Sutikno kepada wartawan kemarin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, malam itu korban baru saja pulang kerja dan naik motor seorang diri melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di perempatan Gambiran, Umbulharjo, korban dipepet dua motor, salah satunya motor matik. Korban pun tak curiga dan tetap melaju. Sesampainya di depan XT Square, tiba-tiba salah satu pelaku menebas korban menggunakan pedang. Sabetan pedang itu mengenani lengan korban.
“Korban naik motor sendirian, lalu dipepet. Tapi tidak sadar jika menjadi target penganiayaan. Setelah pelaku pergi, korban baru merasa lengan kanannya terluka,” kata Kompol Sutikno.

Usai melukai korban, gerombolan pelaku langsung kabur. Sedangkan korban yang merasa kesakitan, lantas mengecek lengan tangannya yang sakit. Ternyata, lengan kanannya terluka sayatan senjata tajam. Korban langsung menuju RS PKU Muhammadiyah Kotagede untuk berobat.
“Korban berinisiatif langsung ke rumah sakit terdekat untuk mengobati lukanya yang diperkirakan sepanjang 3 cm,” imbuh Kompol Sutikno.
Meski demikian, kata Sutikno, korban belum melapor secara resmi ke Polsek Umbulharjo Yogya. Meski demikian, polisi telah meminta korban untuk melapor agar kejadian ini dapat diusut tuntas.
“Korban sudah kami datangi ke rumahnya. Tapi memutuskan tidak melapor, ia beralasan hanya terkena luka gores biasa. Selain itu, tidak ada barang yang hilang,” jelasnya.

Dikatakan Kapolsek, masyarakat diimbau segera melapor jika menjadi korban kejahatan atau mendapati indikasi kriminalitas oleh cah klitih. Sebab, jajaran Polsek Umbulharjo siap sedia di kantor. Laporan kejadian yang masuk, akan segera ditindaklanjuti sesegera mungkin.
“Kami selalu stanby di markas. Kita ada kejadian, langsung ke TKP. Namun, sesuai SOP, mulai pukul 22.00, pagar mako ditutup dan beberapa lampu dimatikan,” tandasnya.
Meski demikian, pagar tidak dikunci. Jika masyarakat akan melapor, dapat langsung masuk atau menekan bel di depan pagar. Di dalam mako, 10-15 anggota piket siaga melayani masyarakat. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ILUSTRASI
SUBARDI KETAKUTAN-Penjaga Kandang Dikejar Macan Kumbang

PAKEM (MERAPI)- Seekor hewan buas yang diduga sebagai macan kumbang terlihat di kandang kambing milik Guwarso di Dusun Candirejo, Candibinangun,

Close