Dibacok Gara-gara Pipis Sembarangan

 TEGALREJO (MERAPI)-Hanya gara-gara kencing sembarangan, Gaduh Arianto (29) warga Gamping, Sleman dibacok segerombolan orang di wilayah Bener, Tegalrgejo, Yogya. Polisi pun sudah mengantongi identitas para pelaku. Namun saat mereka hendak dijemput polisi di rumahnya pada Kamis (14/12), para pelaku diketahui sudah kabur.
Akibat dibacok para pelaku, korban mengalami luka di bagian kepala dan dijahit 8. “Identitas para pelaku sudah kami kantongi, tapi yang bersangkutan meninggalkan rumah saat hendak kami tangkap,” kata Kapolsek Tegalrejo Yogya Kompol Yurianto didampingi Kanit Reskrim Iptu Suwanto kepada wartawan, Kamis (14/12).
Dijelaskan, aksi penganiayaan itu terjadi pada akhir pekan lalu. Malam itu, korban bersama rekan-rekannya sedang menunggu seorang temannya di pos ronda wilayah Bener, Tegalrejo, Yogya. Salah satu teman korban, Andi, tiba-tiba kencing di tembok dekat pos ronda. Begitu juga dengan korban. Perbuatan korban dan rekannya itu nampaknya dipergoki oleh seorang warga yang melintas, yakni Is.

Pada saat itu, Is diketahui tengah mengendarai motor lewat di depan pos ronda. Melihat ada orang asing yang kencing di pos ronda tersebut, Is mencoba mengingatkan agar korban tidak kencing sembarangan. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan lokasi kejadian.
“Tak lama kemudian, Is datang lagi ke TKP, kali ini ia jalan kaki. Is kembali mengingatkan saksi dan korban agar tidak kencing di tembok pos ronda,” ujar Kompol Yurianto.
Usai menegur rombongan korban, kata Kapolsek, pelaku lantas meninggalkan pos ronda tersebut. Namun tanpa disangka, pelaku bersama teman-temannya kembali ke pos ronda dan menegur rombongan korban untuk ketiga kalinya. Korban pun segera minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Namun, permintaan maaf korban tak digubris para pelaku. Mereka tiba-tiba menyerang korban secara membabi-buta. Dalam keributan itu, salah satu pelaku membacok korban menggunakan senjata tajam yang diduga sudah dipersiapkan sebelumnya.
Korban pun ambruk bersimbah darah. Tahu korban jatuh, para pelaku pun kabur.

“Korban dilarikan ke RS Ludira Husada Tama. Korban mengalami luka bacok di kepala sebelah kiri dan dijahit 8,” jelas Yurianto. Dia mengatakan, aksi pengeroyokan itu diduga sudah direncanakan para pelaku. Usai mendapat laporan, polisi menyelidikinya dan mengantongi identritas para pelaku. Namun mereka kabur saat hendak diperiksa. “Kami mengimbau para pelaku menyerahkan diri karena identitasnya sudah dikenali,” tandasnya.  (Riz)

Read previous post:
apal darurat alias gethek ini melayani penyeberangan warga pasca jembatan gantung Karangwuni hanyut terbawa banjir.
KAPAL DARURAT SEBRANGKAN RATUSAN ORANG TIAP HARI-Jembatan Hanyut, Warga Andalkan Gethek

JETIS (MERAPI)- Setidaknya sembilan jembatan di Bantul hanyut diterjang banjir pascabadai Cempaka pada akhir November lalu. Dua di antaranya adalah

Close