TIGA KALI MASUK PENJARA TAK BIKIN RESIDIVIS JERA-Pencuri Ditangkap Gara-gara Sandal Japit

Tersangka diamankan polisi beserta barang bukti pencurian yang dilakukan di rumah mantan majikannya
Tersangka diamankan polisi beserta barang bukti pencurian yang dilakukan di rumah mantan majikannya

GODEAN (MERAPI)- Gara-gara sandal japitnya tertinggal di lokasi pencurian, seorang pencuri, BR (23) warga Jonggrangan, Sinduadi, Mlati, Sleman diamankan aparat Polsek Godean, Selasa (12/12). Residivis kasus pencurian ini ditangkap setelah membobol rumah mantan majikannya, Faizul (38) di Dusun Brongkol, Sidomulyo, Godean, Sleman.
Pelaku diketahui menjebol genteng rumah kemudian menggasak HP dan laptop. Dia mengaku sudah tiga kali masuk penjara karena kasus pencurian.

Kapolsek Godean Kompol Herry Suryanto kepada wartawan kemarin mengatakan, aksi pencurian itu terjadi pada Rabu (29/11) lalu. Saat itu tersangka datang rumah korban di Dusun Brongkol, Sidomulyo, Godean dengan mengendarai sepeda motor Honda Grand AB 5480 DS. Dia memang sudah merencanakan membobol rumah mantan majikannya itu. Pengalaman bekerja di rumah korban membuat pelaku tahu seluk-beluk rumah itu. Kebetulan saat itu rumah korban dalam kondisi kosong.
Setelah memastikan situasi aman, tersangka langsung memasuki pekarangan rumah dengan cara memanjat tembok. Dia kemudian masuk dalam rumah dengan membobol genteng. Tak butuh waktu lama bagi pelaku untuk sampai di dalam rumah, karena sudah mengetahui kondisi rumah itu. Di dalam rumah, pelaku kemudian menggsak laptop dan HP.

“Setelah mendapatkan barang berharga milik korban, tersangka langsung kabur dari rumah melaui pintu kemudian memanjat tembok,” ujar Herry.
Dikatakan, aksi pencurian itu diketahui korban Faizul sepulangnya dia mengantar anaknya latihan takwondo pukul 20.00 WIB. Saat itu korban mendapati genteng rumah bagian belakang terbuka.
“Setelah dicek, ternyata laptop dan handphone miliknya sudah hilang. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 9,5 juta,” beber Herry.
Sadar menjadi korban pencurian, Faizul langsung melapor ke Mapolsek Godean. Kanit Reskrim Polsek Goden AKP Darban menambahkan, setelah menerima laporan korban, polsi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasi olah TKP petugas menemukan sandal japit yang diduga milik pelaku tertinggal di lokasi kejadian. “Untungnya korban mengenali sandal jepit itu milik mantan karyawannya. Sandal japit itu kita temukan di bawah pagar, kemungkinan ditinggal tersangka saat akan memanjat,” jelas AKP Darban.
Berbekal informasi itu, petugas Polsek Godean dan Opsnal Polres Sleman kemudian mengejar pelaku. Setelah dua minggu diburu, pelaku berhasil dibekuk di tempat persembunyiannya di rumah seorang temannya di Dusun Kawedan, Bangunkerto, Turi.
“Hasil curian belum sempat dijual, tapi dititipkan di rumah temannya,” sebut Darban.

AKP Darban mengatakan tersangka merupakan seorang ridivis kasus pencurian handphone dan mobil. Menurutnya, tersangka terakhir keluar penjara sejak lima bulan lalu. “Ini yang ketiga kalinya tersangka masuk penjara,” katanya.
Sementara itu tersangka BR mengaku nekat mencuri lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Ia pun mengaku mencuri bukan karena dendam dengan mantan majikanya tersebut, melainkan karena faktor ekonomi.
“Mencuri karena tak punya uang,” ujar bujang pengganguran ini. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan polsek Godean. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Petugas BPOM memeriksa kandungan zat berbahaya pada sampel makanan di pasar Bantul
BPOM DIY TEMUKAN MAKANAN BERBAHAYA-Bantul Sasaran Peredaran Mi Berformalin

BANTUL (MERAPI)- Petugas gabungan Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY dan Bantul menggelar monitoring ketersediaan bahan pokok menjelang Natal dan

Close