DENPOM DAN BNN GELAR TES URIN – 220 Prajurit Kodim Yogya Dinyatakan Negatif

Prajurit Denpom dan BNN menjaga ketat proses tes urine prajurit Kodim Yogya
Prajurit Denpom dan BNN menjaga ketat proses tes urine prajurit Kodim Yogya

YOGYA (MERAPI) – Guna mencegah terjadinya pelanggaran sekaligus mengantisipasi adanya penggunaan narkoba di lingkungan jajaran Kodim 0734/Yogyakarta, Senin (11/12) tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Yogyakarta bersama satuan Detasemen Polisi Militer (Denpom) menggelar tes urine secara mendadak dengan sasaran para personel  (prajurit) Kodim setempat.

Kehadiran tim BNN didampingi prajurit Denpom Yogyakarta yang secara tiba-tiba, kemudian menghadap Dandim Yogyakarta guna meminta agar anggota prajuritnya dilakukan tes urine sempat mengagetkan prajurit serta PNS Kodim Yogya.

“Tes urine ini untuk antisipasi mencegah sekaligus menangkal narkoba ke anggota, sehingga perlu dilakukan tes dengan pola pendadakan,” jelas Dandim Yogya Letkol Inf Rudi Firmansyah didampingi Pasi Intel Lettu Inf Dahkri Oskandar.

Ditambahkan Letkol Rudi, sejauh ini di Kodim Yogya memang belum pernah ada anggota yang ditemukan terindikasi menggunakan narkoba. Meski begitu bukan berarti tes narkoba dengan sasaran personel tidak rutin digelar.

“Ini sebagai tindakan pengamanan atau jaga-jaga. Beberapa kali saya menggelar tes urine bekerjasama dengan BNN maupun Denpom, tidak sekalipun mendapati prajurit saya terindikasi terlibat maupun pengguna narkoba. Ini yang membanggakan bagi saya selaku pimpinan,” sambung Dandim.

Demikian dengan hasil tes urine kali ini, sebanyak 220 prajurit yang menjalani tes urine semua dinyatakan negatif.

“Dengan dilaksanakan kegiatan tes urine ini, harapan kami kedepan seluruh keluarga besar Kodim Yogya terus dapat mengantisipasi, menghentikan dan menjauhi barang haram tersebut, serta bersyukur dengan terus meningkatkan iman dan taqwa,” tandas Letkol Rudi.  (Fin)

Read previous post:
Sudiman menunjukkan pisau-pisau batik dengan berbagai motif karyanya
Pisau Batik Bantul Tembus Perancis

Membatik umumnya dituangkan dalam kain. Namun, apa jadinya jika batik dituangkan dalam logam pisau dapur yang biasa digunakan sehari-hari. Sudiman,

Close