PRAPERADILANKAN KAPOLDA, KEJARI DAN MENKEU – Pengusaha Katering Tuntut Ganti Rugi

Pemohon (kiri) didampingi kuasa hukumnya saat memberikan keterangan pers
Pemohon (kiri) didampingi kuasa hukumnya saat memberikan keterangan pers

YOGYA (MERAPI) – Pengusaha Catering Ibu Supardi (CIS), Effi Idawati binti Supardi (50) warga Jagungan Purbayan Kota Gede Yogyakarta mengajukan permohonan ganti kerugian dengan melakukan permohonan praperadilan terhadap termohon I Kapolda DIY, termohon II Kajari Yogyakarta dan turut termohon Menteri Keuangan (Menkeu) RI di PN Yogya.

Permohonan ganti kerugian dilakukan setelah pemohon ditahan selama 8 bulan karena didakwa melakukan penipuan dan penggelapan. Padahal dalam PK pemohon tak terbukti melakukan tindak pidana dan bebas demi hukum.

“Perkara ini sudah final dan mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrach). Untuk itu kami akan buktikan terhadap tuntutan ini. Sidang pertama akan dimulai Selasa besok,” ujar kuasa hukum pemohon Oncan Poerba SH didampingi Willyam H Saragih SH dan FX Yoga Nugrahanto SH bersama pemohon Effi Idawati dalam keterangan pers kepada wartawan, Minggu (10/12).

Disebutkan, pemohon awalnya ditetapkan sebagai tersangka oleh termohon I karena melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana laporan pelapor Muhammad Muwardi. Dalam perkembangan perkara dilimpahkan kepada termohon II dan dilakukan penahanan.

Terhadap perkara tersebut telah dilimpahkan ke PN Yogyakarta dan juga dilakukan penahanan majelis hakim. Tetapi pada 3 November 2014 pemohon telah dibebaskan dari LP Yogyakarta karena perbuatan terdakwa bukan suatu tindak pidana. Untuk itu termohon II melakukan kasasi atas putusan PN Yogyakarta dan mengabulkan kasasi dengan menghukum pemohon selam 8 bulan.

Setelah itu pemohon pun mengajukan PK ke MA dengan putusan menerima permohonan PK dan membatalkan putusan MA tersebut. Putusan PK telah diberitahukan ke pemohon pada Selasa 29 Agustus 2017. Sehingga berdasarkan PP No 92 Tahun 2015 permohonan ganti kerugian dalam praperadilan masih dalam tenggang waktu 3 bulan sejak pemberitahuan.

Dengan adanya putusan PK, para termohon telah salah dan keliru dalam melakukan tindakan pemeriksaan dan penyidikan serta melakukan penahanan dan penuntutan sampai pemeriksaan di persidangan dengan tuntutan 3 tahun penjara. Apa yang dilakukan para termohon sebagai pelanggaran hukum akibat tindakan sewenang-wenang atas peristiwa hukum yang terjadi.

Akibat kesalahan penerapan hukum, pemohon menuntut dan diberikan imbalan Rp 100 juta. Selain itu kerugian materiil akibat hilangnya keuntungan dari usaha catering pemohon Rp 310 juta per minggu. Sehingga selama 8 bulan atau 32 minggu ditahan maka kerugian mencapai Rp 9,92 miliar. Sementara kerugian imateriil harkat dan martabat pemohon jatuh sehingga menimbulkan beban pikiran sampai psikologis yang harus ditanggung sebesar Rp 40 miliar.

Sementara pemohon Effi Idawati menyatakan, selama ini dalam menjalin kerja sama dengan pelapor tak ada niatan menipu. Tetapi di tengah perjalanan ada kendala hingga dilaporkan ke pihak berwajib dan ternyata perbuatan pemohon bukanlah suatu tindak pidana. (C-5)

Read previous post:
Pengunjung mengamati stan Pasar Tempo Doeloe di Jalan Margo Utomo Yogyakarta
TOEGOE JOGJA FESTIVAL – Pengunjung Serbu Jajanan Lawas

JETIS (MERAPI) - Sejumlah stan jajanan lawas seperti jenang gempol, jamu, wedang duren hingga bothok menjadi incaran warga yang mengikuti

Close