RAIH RBA PERINGKAT MADYA – Sleman Siap Penuhi Syarat RBRA

Salah satu sudut Taman Denggung tampak bersih dan asri
Salah satu sudut Taman Denggung tampak bersih dan asri

SLEMAN (MERAPI) – Meski tampak sederhana, Taman Denggung Kabupaten Sleman mampu meraiháperingkat Ruang Bermain Anak (RBA) Madya. Hal ini berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim Kementerian Pemberdayaan Perempuanádan Perlindungan Anak (KPPPA) beberapa waktu lalu.

Penilaian tersebut dilakukan dalam rangka pemberian skor dan peringkat, merupakan  bagian dari proses sertifikasi RBA. Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) merupakan program KPPPA untuk memenuhi hak sekaligus mencerdaskan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini menjelaskan, Sleman masih memiliki beberapa kekurangan pada standar penilaian. Untuk mewujudkan RBA yang benar-benar ramah anak menurutnya membutuhkan sumber daya yang besar.

Menurutnya pemeriksaan yang dilakukan tim penilai pada aspek manajerial, administrasi, dan keuangan yang berkaitan dengan RBA serta pada aspek kondisi fisik dilapangan RBA. “Skor Sleman cukup tinggi yaitu 172 dan meraih peringkat RBA Madya, namun belum bisa disertifikasi karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Mafilindati di kantornya, Jumat (8/12).

“Terhadap hasil penilaian ini kami akan koordinasikan dengan stakeholder yang ada terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar tahun mendatang bisa dianggarkan untuk memenuhi syarat RBRA,” ungkapnya.

Untuk itu, Linda demikian sapaanya, mengajak partisipasi masyarakat untuk mewujudkan RBRA di Taman Denggung diantaranya dengan mensterilkan wilayah tersebut dari pedagang kaki lima, menjaga kebersihan, pelarangan merokok dikawasan RBA, peruntukan permainan sesuai usia,menjaga keamanan, serta tidak adanya retribusi masuk ke RBA Taman Denggung.

Berdasarkan penelitian, anak-anak dapat mengembangkan empat kecerdasan yaitu intelektual, komunikasi dan bahasa, sosial, serta fisik melalui bermain yang benar dan baik. Sleman sendiri menjadi kabupaten kedua setelah Kota Banjarmasin yang telah diperiksa RBA oleh KPPPA.

Linda berharap, kedepan Sleman dapat menjadi contoh yang luar biasa terkait pemenuhan hak anak karena mempunyai komitmen tinggi, dan pemenuhan hak anak ini dalam rangka mewujudkan kabupaten/kota layak anak yang didalamnya terdapat 24 indikator. (Awn)

Read previous post:
Suasana peluncuran Wifi.id Corner di Gedung PWI DIY
Kantor PWI DIY Dilengkapi Wifi.id Corner

UMBULHARJO (MERAPI) - Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY di Jalan Gambiran Yogyakarta, dilengkapi dengan Wifi.id Corner. Fasilitas tersebut merupakan

Close