ARUS LALU LINTAS DIALIHKAN KE JEMBATAN LAYANG – Rawan Kecelakaan, Perlintasan KA Ngeseng Ditutup

ARUS LALU LINTAS DIALIHKAN KE JEMBATAN LAYANG - Rawan Kecelakaan, Perlintasan KA Ngeseng Ditutup
Petugas menutup Perlintasan Ngeseng dengan memasang besi melintang.

SENTOLO (MERAPI) – Perlintasan kereta api sebidang di Pertigaan Ngeseng, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo akhirnya ditutup permanen, Kamis (07/12). Diharapkan, pascapenutupan tidak ada lagi penumpukan kendaraan di jalur tersebut yang sangat membahayakan jika dibiarkan.

Penutupan Perlintasan Ngeseng sebelumnya dijadwalkan Kemenhub RI bersama PT KAI Daop VI Yogyakarta 14 Oktober lalu. Namun Pemkab Kulonprogo meminta perpanjangan waktu untuk menyelesaikan penyempurnaan jalan layang atau flyover Ngelo sebagai jalur pengganti. Setelah ditutup, seluruh kendaraan dari Kaliagung menuju Yogya atau sebaliknya dialihkan melalui jalan layang Ngelo.

Kasubdit Rekayasa dan Peningkayan Keselamatan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI, Yus Rizal menyampaikan, penutupan Perlintasan Ngelo didasarkan pada pertimbangan banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di perlintasan tersebut. Selain itu, pihaknya juga mendasarkan pada perkembangan teknologi sarana dan prasarana.

“Frekuensi kereta api jarak pendek semakin tinggi dengan kecepatan yang tinggi pula. Demi keselamatan perkeretaapian, perlintasan sebidang tidak boleh ada lagi,” katanya.

Rizal menyampaikan, di wilayah Daop VI Yogyakarta, Perlintasan Ngeseng merupakan perlintasan kedua yang ditutup setelah Perlintasan Janti, Banguntapan, Bantul. Beda dengan Ngeseng, proses penutupan di perlintasan Janti menuai protes warga sekitar. Ke depan, kata dia, 504 perlintasan di wilayah Daop VI akan ditutup secara bertahap.

Kapolsek Sentolo, AKBP Sudaryoto menambahkan, Perlintasan Ngeseng kerap menjadi pemicu tumpukan kendaraan, yakni saat kereta api melintas. Sejumlah kendaraan bahkan harus berhenti di tengah jalan, jika tidak ingin kendaraannya memotong jalur Wates-Yogya sebelum berbelok ke Perlintasan Ngeseng.

“Tumpukan kendaraan biasanya terjadi saat hari raya atau libur panjang. Ini bahaya, jadi memang lebih baik ditutup demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Sarjana Jadi Juragan Warung Tenda

LULUS sarjana sebuah perguruan tinggi negeri, Syamsul (bukan nama sebenarnya) langsung menyebar surat lamaran ke berbagai instansi, baik negeri maupun

Close