KAPOLRES KULONPROGO BANJIR HUJATAN-15 Aktivis Penolak Bandara Dilepas

Calon lahan bandara baru di Temon, Kulonprogo terlihat sepi setelah pengosongan lahan dihentikan pascabentrok
Calon lahan bandara baru di Temon, Kulonprogo terlihat sepi setelah pengosongan lahan dihentikan pascabentrok

TEMON (MERAPI) – Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai mengaku mendapat serangan berupa hujatan yang dikirim lewat SMS pasca menangkap belasan aktivis yang dianggap sebagai provokator aksi penolakan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Sejak Rabu (6/12), Polres Kulonprogo telah membebaskan 15 aktivis yang sempat diamankan lantaran dianggap sebagai provokator saat terjadi bentrok antara aparat dengan warga penolak bandara.
Dari hasil pendataan mengungkapkan, seluruh aktivis yang diamankan bukan merupakan warga Kulonprogo. Data dari Polres Kulonprogo menyebutkan, 14 dari 15 aktivis yang diamankan merupakan mahasiswa. Sementara satu lainnya, mengaku sebagai seniman. Rinciannya, 8 orang merupakan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, 2 orang mahasiswa UAD, 2 mahasiswa UNY, satu mahasiswa Mercu Buana dan satu lainnya mahasiswa UNS.
“Kita amankan untuk dimintai keterangan karena menghalangi kinerja petugas saat pengosongan lahan bandara. Mereka juga diberikan imbauan dan edukasi agar ke depan tidak perlu ikut kegiatan sejenis. Kalau menyampaikan aspirasi, setidaknya harus ada izin,” kata AKBP Irfan.

AKBP Irfan menyampaikan, saat demo pengosongan lahan bandara itu pihaknya mengambil tindakan tegas namun tetap terukur. Hal ini dilakukan agar para aktivis tidak disusupi pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan situasi saat ini. Pihaknya mengaku sudah memperlakukan para aktivis dengan baik selama pengamanan, bahkan membantu perbaikan kamera salah satu aktivis yang rusak.
“Atas permintaan dari mereka, mereka dikembalikan ke Glagah, yakni di posko aktivis,” imbuhnya.
Para aktivis ini, menurut AKBP Irfan, mengaku diundang untuk datang dalam aksi menolak bandara melalui media sosial, termasuk grup. Dimungkinkan, akun yang digunakan dimotori mahasiswa. Bahkan, nomor HP AKBP Irfan turut dipublish di grup tersebut. Sehingga usai belasan aktivis ditangkap, orang nomor satu di Polres Kulonprogo tersebut diberondong SMS berisi makian dan kata-kata kotor yang menjelek-jelekkan Polres Kulonprogo.
“Saya selaku Kapolres tetap menganggap itu sebagai ungkapan solidaritas, jadi ya sudah, biarkan saja tidak apa-apa,” ujarnya.

Terkait dugaan provokasi menolak bandara yang dilakukan para aktivis, AKBP Irfan mengaku mendapat informasi dari Kepala Desa Glagah dan Palihan bahwa sebagian dari 30 KK yang menolak pembangunan bandara sebelumnya sempat merelakan tanah dan rumah mereka dinilai tim appraisal. Namun mereka berubah pikiran setelah para aktivis datang.
“Mereka jadi nggak mau, provokasinya di situ. Jangan sampai nanti warga menyatakan sudah rela, tapi karena diprovokasi adek-adek, mereka jadi menolak lagi,” ungkapnya.
Terpisah, Koordinator Pantauan Lapangan, Aliansi Tolak Bandara Kulonprogo, Heronimus Heron yang menjadi perwakilan aktivis menyampaikan, bentrokan yang terjadi bukan merupakan hal yang diinginkan. Pihaknya berharap, aparat bisa bersikap netral.
“Aparat mengawal proses penghancuran, perobohan dan penumbangan pohon di lahan warga, bahkan menahan 15 kawan kami. Mereka mengintimidasi warga dengan persenjataan yang dipunya. Harapannya ke depan nggak ada seperti ini lagi,” katanya.
Heron berpendapat, pihak terkait seharusnya membiarkan warga dengan pilihan mereka sendiri. Jika proses pengosongan lahan tetap berlanjut, pihaknya tetap akan terus bersama warga untuk mempertahankan lahan mereka.

“Terkait massa solidaritas yang jumlahnya semakin banyak, teman-teman ini merasa terpanggil untuk membantu warga. Terlebih setelah apa yang dilakukan aparat kemarin,” kata Heron. Seperti diberitakan, bentrok aparat dengan warga penolak yang dibantu sejumlah mahasiswa mewarnai proses pembersihan lahan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) hari kedua di Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (5/12). Polisi terpaksa bertindak tegas karena aksi penolakan disusupi oleh provokator. Akibat kejadian ini, sejumlah warga penolak pembangunan bandara terluka. Polisi kemudian mengamankan belasan aktivis yang diduga berperan sebagai provokator.<B>(Unt)<P>

 

Read previous post:
Jumpa media penyelengara Pasar Keroncong Kotagede 2017
Usung Tema Gotong Keroncong Bebarengan, Pasar Keroncong Kotagede Kembali Digelar

PASAR Keroncong Kotagede akan kembali digelar tahun ini. Mengusung tema "Gotong Keroncong Bebarengan", Pasar Keroncong masing akan digelar di seputaran

Close