DIPERSILAKAN DAFTAR UKUR ULANG – Warga Penolak Bandara Diimbau Bernegosiasi dengan Pemkab

Warga menolak pengosongan lahan bandara NYIA
Warga menolak pengosongan lahan bandara NYIA

TEMON (MERAPI) – Pascabentrok dengan aparat, PT Angkasa Pura I meminta agar warga penolak bandara baru bernegosiasi dengan Pemkab Kulonprogo untuk menyampaikan apa yang menjadi keinginan mereka. Bahkan jika memang meminta pengukuran ulang, warga penolak dipersilahkan untuk mendaftar.

Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dari PT Angkasa Pura I, Sudjiastono menyampaikan, pihaknya mendapat mandat dari Pemkab dalam pembangunan bandara. Karena itulah, warga penolak seharusnya bernegosiasi dengan Pemkab, bukan dengan PT Angkasa Pura I.

“Mereka warganya Pemkab, kami juga hanya diberi mandat oleh Pemkab, jadi negosiasi jangan sama kami, tetapi sama pemerintah,” kata Sudji di sela tahapan land clearing di Kecamatan Temon, Selasa (5/12).

Sudji menambahkan, warga yang meminta untuk diukur atau dinilai lahan dan rumahnya, dipersilahkan mendaftar ke Pemkab atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo. Setelah itu, BPN akan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran, sementara tim appraisal yang menentukan nilainya.

“Tapi kita nggak akan memaksa,” ujarnya.

Terkait proses land clearing di lahan Bandara NYIA, Sudji menyebutkan ada 30 pekarangan yang pepohonannya dirobohkan. Ini termasuk pekarangan rumah warga penolak bandara yang masih tinggal di sana. Sementara perobohan bangunan, menyasar sembilan rumah kosong yang tersisa dari target 38 rumah. Sebanyak 29 lainnya sudah berhasil dirobohkan Senin (4/12).

“Yang tersisa hanya rumah berpenghuni. Kita tidak mungkin merobohkan kalau masih ada isinya,” tegas Sudji.

Kepala Departemen Komunikasi Korporasi PT Angkasa Pura I, Awaluddin menambahkan, pihaknya masih tetap pada prinsip awal untuk merobohkan bangunan dan pohon yang telah putus hubungan hukumnya di pengadilan. Saat ini, masih terdapat sekitar 30 rumah milik warga penolak yang belum kosong.

“Kami berharap agar warga segera sadar dan segera meninggalkan bangunan rumahnya,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Ilustrasi
Kepergok Korban, Pencopet Buang HP Curian

GONDOMANAN (MERAPI) - Copet di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Am (32) asal Kebumen Jateng babak belur dihajar massa, Minggu (3/12) lalu.

Close