Proses Pengosongan Lahan Bandara NYIA Berlangsung Ricuh

Aparat kepolisian mengamankan sejumlah orang dalam proses pengosongan lahan bandara NYIA di Temon, Kulonprogo.
Aparat kepolisian mengamankan sejumlah orang dalam proses pengosongan lahan bandara NYIA di Temon, Kulonprogo.

TEMON (MERAPI) – Proses pengosongan lahan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo, pada hari kedua Selasa (5/12), berlangsung ricuh. Sempat terjadi bentrok antara aparat pengaman dengan warga penolak dan sejumlah mahasiswa yang diduga merupakan provokator. Warga penolak bandara bahkan terluka akibat terjatuh saat bentrok.

“Jangan kasar hoey, jangan kasar!” teriak salah satu warga penolak bandara.

Aksi saling dorong mulai terlihat setelah alat berat back hoe mulai menyentuh pepohonan di markas warga penolak bandara. Sejumlah warga dan mahasiswa mencoba menghalang-halangi kinerja aparat saat mengamankan lokasi land clearing. Ironisnya, para mahasiswa ini beraksi dengan menggunakan kartu wartawan.

“Kami mengamankan sekitar empat orang yang diduga menjadi provokator,” tegas Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Dharma, di lokasi land clearing.

Selain aksi dorong, dalam proses pengosongan lahan bandara tersebut juga diwarnai teriakan serta isak tangis warga penolak bandara. Hingga kini, mereka masih bersikeras menghuni rumah di lahan bandara meski PT Angkasa Pura I berulangkali menegaskan bahwa rumah-rumah tersebut akan dirobohkan.

“Kita harapkan mereka segera pindah,” tegas Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara NYIA dari PT Angkasa Pura, Sudjiastono.  (Unt)

Read previous post:
Kartun 5 Desember 2017

Close