CEMPAKA MENGHILANG DAHLIA DATANG – Waspada Gelombang Laut Tingi

Peta lintasan siklon tropis Dahlia dan wilayah yang terpengaruh
Peta lintasan siklon tropis Dahlia dan wilayah yang terpengaruh

UMBULHARJO (MERAPI) – Meskipun Siklon Cempaka telah menghilang tapi hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi laut masih berpotensi terjadi di DIY selama beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan siklon tropis Dahlia yang terbentuk di barat daya Bengkulu ke arah timur.

“Dampaknya yang terbesar terutama di tinggi gelombang laut. Peningkatan ketinggian gelombang laut lebih dari empat meter untuk dua sampai tiga hari ke depan,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, kepada Merapi, Jumat (1/12).

Berdasarkan pengamatan BMKG pada Jumat (1/12) pukul 01.00 WIB, posisi siklon tropis Dahlia berada di sekitar 350 sebelah barat daya Cilacap. Siklon tropis Dahlia itu bergerak ke timur dengan kecepatan 17 km/jam-75 km/jam menjauhi wilayah Indonesia. Dampaknya peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 37 km/jam dan gelombang laut tinggi di pesisir selatan Yogyakarta.

Dia menjelaskan, adanya Badai Dahlia dan tekanan rendah di selatan Jawa Timur menyebabkan pola angin belokan dan konvergensi, sehingga memicu potensi tumbuhnya awan-awan hujan di wilayah DIY. “Potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin dan petir masih bisa muncul di Yogyakarta dalam dua sampai tiga hari mendatang,” terangnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada para nelayan dan wisatawan di pantai selatan Yogyakarta agar waspada. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nelayan diimbau tidak melaut dan wisatawan tidak mandi di laut.

Dari Kulonprogo dilaporkan, dua korban longsor di Dusun Ngoto, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, yang sempat dilaporkan hilang tertimbun material pada Rabu (29/11) dini hari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (30/11). Jenazah dua korban ini ditemukan para petugas gabungan dengan melibatkan anjing pelacak.

Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta, Aditya Dwi Hartanto menjelaskan, korban pertama yang berhasil ditemukan atas nama Daladi (59). Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, atau berselang dua jam setelah proses pencarian hari kedua dimulai.

“Korban ditemukan di atas pohon kakao di samping kandang sapi. Lokasinya persisnya di atas penemuan korban selamat,” kata Aditya. Sementara korban kedua atas nama Heri Siswadi (30), ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Letaknya berdekatan dengan korban pertama. (Tri/Unt)

Read previous post:
Warga bertahan di tempat pengungsian
Ribuan Warga Masih Mengungsi

DLINGO (MERAPI) - Meski banjir akibat hujan tanpa henti pada Selasa (28/11) lalu sudah surut, namun dampaknya masih meninggalkan penderitaan

Close