Teknologi Screening Darah – PMI Beralih ke NAT

Teknologi Screening Darah PMI Beralih ke NAT
Wabup Karanganyar Rohadi Widodo (tengah) melihat lebih dekat ruang pemrosesan darah PMI.

KARANGANYAR (MERAPI) – Screening darah bermetode Nucleic Acid Testing (NAI) digadang-gadang mampu mendeteksi kandungan penyakit dalam waktu singkat dan akurat. Teknologi ini akan menggantikan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (Elisa) yang selama ini dipakai Palang Merah Indonesia (PMI).

“Didasari atas pengujian asal nukleat. Secara sederhana, artinya mendeteksi penyakit dari kandungan darah. Dengan NAI, dapat diketahui sekitar 7 hari. Sistemnya mirip tes DNA. Jauh lebih cepat dari pengujian Elisa,” kata Ketua PMI Cabang Karanganyar, Timotius Suryadi, Rabu (29/11).

Pemrosesan secara lebih cepat akan membantu petugas pengolah darah PMI memilah yang layak dan rusak sebelum memenuhi kebutuhan darurat. Jika ditemukan adanya penyakit berbahaya, maka darah tidak akan diberikan kepada orang yang membutuhkan donor. Biasanya, butuh proses yang tidak sederhana dan menyita waktu untuk mengetahui darah mengandung GO, HIV/AIDS, hepatitis, dan sebagainya.

“Teknologi yang digunakan di PMI Karanganyar saat ini adalah teknologi Elisa. Namun ke depannya akan beralih ke NAT,” jelasnya.

“Teknologi NAT ini lebih canggih dari Elisa. Lebih sensitif dalam mendeteksi penyakit yang ada dalam darah pendonor. Hasilnya juga cepat diketahui. Metodenya semacam tes DNA,” tuturnya.
Meski demikian, teknologi terkini screening darah itu berongkos lebih mahal dibandingkan dengan metode Elisa. Karena, pengadaan alatnya juga tidak murah. Dimungkinkan pengadaan alatnya nanti dikonsolidasi dengan PMI se-Solo Raya pada tahun depan. Timotius mengungkapkan, PMI Cabang Karanganyar termasuk unit yang mandiri, karena sudah bisa memproses sendiri darah dari pendonor. Bahkan, darah yang diproses di Karanganyar terkadang disalurkan ke daerah-daerah sekitar, seperti Sukoharjo, Klaten, hingga Purwodadi.

“Sifat kerja PMI itu kan saling membantu. Jika di suatu stok darah yang dibutuhkan kosong, sementara di di daerah lain ada stoknya, ya bisa disalurkan,” imbuhnya. (Lim)

Read previous post:
4.300 Warga Menunggu Penunggalan Data E-KTP

YOGYA (MERAPI) - Sekitar 4.300 data rekam kependudukan di Kota Yogyakarta masih menunggu penunggalan data sebagai syarat agar bisa dilakukan

Close