LONGSOR JLAGRAN KAGETKAN WARGA – Dengar Gemuruh, Lihat Tanah Begerak

GEDONGTENGEN (MERAPI) – Bencana longsor di tepi Kali Winongo di Kampung Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogya mengagetkan warga sekitar lokasi kejadian. Mereka mengira terjadi gempa, karena melihat tanah bergerak dan mendengar suara gemuruh. Tanah yang bergerak itu akhirnya menimbun rumah milik Barjono.

Akibat longsor di tepi Sungai wionongo itu, Barjono dan istrinya, Ambar serta cucunya, Aurora tertimbun. “Kami mendengar suara gemuruh yang cukup kencang. Bahkan ibu-ibu di tepi sungai melihat tanah bergerak. Kejadiannya cepat sekali,” kata warga setempat, Eko (40) kepada Merapi, Selasa (28/11). Rumah eko berjarak sekitar 100 meter dari rumah Barjono. Namun posisinya lebih tinggi, sehingga terhindar dari bencana. Menurut Eko, longsornya tanah di tepi Kali Winongo itu terjadi sekitar pukul 12.00. “Tepat setelah adzan,” ujar Eko. Siang itu, dia mengaku tengah berada di dalam rumah. Hujan turun sejak Subuh, namun tak begitu deras. Menurut Eko, usai adzan Dzuhur, dia diberitahu istrinya terjadi longsor yang menimbun rumah Barjono. “Seketika kami melihat ke lokasi, namun tak berani mendekat,” lanjut Eko yang juga mendengar gemuruh dari arah sungai.

Dikatakan, rumah milik Barjono lokasinya paling dekat dengan tanggul Sungai Winongo. Saat kejadian, di rumah itu terdapat Barjono, Ambar dan cucunya yang masih bayi. “Sebenarnya anak dan menantu Pak Barjono juga tinggal di rumah itu. Namun saat kejadian mereka sedang keluar rumah,” jelas Eko. Usai kejadian, warga kemudian lapor kepada pihak berwajib. Tak berapa lama, tim BPBD dan aparat gabungan melakukan evakuasi longsoran. Sulitnya jalur menuju lokasi kejadian menyulitkan petugas. Untuk sampai ke lokasi kejadian, petugas harus melewati gang sempit dan permukiman padat. Belum lagi ditambah banyaknya warga yang menonton lokasi bencana. (Abg)

Read previous post:
Imogiri dilanda banjir usai hujan seharian
CUACA EKSTREM DAMPAK BADAI CEMPAKA – Hujan Sangat Lebat Hingga 3 Hari ke Depan

UMBULHARJO (MERAPI) - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat di wilayah DIY adalah dampak Badai Cempaka di perairan selatan Jawa. Badan

Close