CUACA EKSTREM DAMPAK BADAI CEMPAKA – Hujan Sangat Lebat Hingga 3 Hari ke Depan

Imogiri dilanda banjir usai hujan seharian
Imogiri dilanda banjir usai hujan seharian

UMBULHARJO (MERAPI) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat di wilayah DIY adalah dampak Badai Cempaka di perairan selatan Jawa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga 3 hari ke depan.

“Dari pengamatan kami, rata-rata hujan di DIY kini mncapai 100 milimeter/hari. Ini sudah kategori sangat lebat. Kami perkirakan kondisi seperti ini akan terjadi dua hingga tiga hari ke depan,” kata Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiyono kepada wartawan, Selasa (28/11).

Dia menjelaskan hujan lebat di wilayah DIY itu dipengaruh oleh badai cempaka di perairan Selatan Jawa. Badai itu bergerak ke arah timur mengakibatkan belokan angin dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di atas DIY. Aliran masa udara basah dari barat menyebabkan kondisi udara di sekitar Jawa dan DIY menjadi sangat tidak stabil.

“Interaksi kedua fenomena tersebut berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah DIY berupa hujan sangat lebat, peningkatan kecepatan angin serta gelombang tinggi di perairan selatan DIY setinggi 2,5-6 meter,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat mewaspadai genangan, banjir, tanah longsor, angin kencang, petir/kilat dan gelombang tinggi perairan laut. Tidak heran, dalam sehari kemarin banyak terjadi bencana alam di Yogyakarta.

“Waspada angin kencang khususnya pada siang hingga menjelang malam hari. Jika ada kilat dan petir, disarankan tidak berlindung di bawah pohon,” tambah Djoko.

Secara terpisah Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) DIY Heru Suroso menyatakan semua BPBD kota/kabupaten dan DIY telah siaga menghadapi hal tersebut. Termasuk logistik makanan dan peralatan menghadapi bencana di BPBD DIY masih dinilai aman mencukupi.

Namun perkiraan cuaca ekstrem dan kejadian bencana di kabupaten/kota di DIY kemarin, dinilai belum perlu menetapkan status siaga darurat cuaca ekstrem. Mengingat kejadian genangan air, tanah longsor dan pohon tumbang masih di titik-titik tertentu.

“BPBD setiap saat siaga. Ada posko, tim reaksi cepat dan BPBD Kabupaten/kota dalam koordinasi siap siaga. Kalau penetapan status itu belum diperlukan saat ini karena ada kriteria yang harus dipenuhi. Tapi kami akan amati terus perkembangan bencana yang ada,” papar Heru ditemui usai Gladi Lapang Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) Klitren di Embung Langensari, Selasa(28/11).

Ditegaskan, BPBD DIY sudah memetakan titik-titk rawan bencana banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya. Pada daerah rawan bencana itu telah dibentuk Katana untuk mempersiapkan warga jika terjadi bencana. Di DIY kini ada 186 kelurahan/desa tangguh bencana. Pihaknya berharap warga juga mengantisipasi sendiri jika terjadi hujan. Misalnya jika ada pohon besar dan rimbun sebaiknya dipangkas. (Tri)

Read previous post:
Talud di bantaran Sungai Code kampung Juminahan, Tegalpanggung, Danurejan, Yogya longsong dan merusak 4 rumah
Sekeluarga Terkubur Longsor

DANUREJAN (MERAPI) - Hujan tanpa henti sepanjang selasa (28/11) mengakibatkan bencana banjir, tanah longsor, jembatan ambrol hingga pohon tumbang hampir

Close