MUSIM HUJAN RAWAN BENCANA – Pengantin Baru Tewas Tertimbun Longsor

Polisi menunjukkan longsoran tebing yang menimpa rumah Subarjo
Polisi menunjukkan longsoran tebing yang menimpa rumah Subarjo

PENGASIH (MERAPI) – Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Ngruno, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Sabtu (25/11), merobohkan tebing setinggi tujuh meter hingga menerjang kediaman Subarjo (56). Akibatnya, salah satu penghuni rumah, Bernadinus Setyo Tri Priyanto (33), meninggal dunia setelah tertimpa material longsor saat sedang tidur lelap. Korban diketahui baru beberapa hari menikah dengan anak pemilik rumah.

Menurut keterangan, peristiwa longsor terjadi sekira pukul 02.00 WIB, setelah sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan sejak Kamis (23/11). Rumah milik Subarjo (56) yang tepat berada di bawah tebing diterjang material longsor dengan ketebalan 2 meter dan lebar 6 meter. Material longsor menerjang kamar kedua anak dan menantu Subarjo, saat seluruh penghuni rumah sedang tidur.

“Kejadiannya sangat cepat, saya mendengar suara gemuruh, lalu melihat kamar anak dan menantu saya sudah tertimbun material,” kata Subarjo.

Melihat menantunya, Setyo tertimbun longsor, Subarjo seketika berteriak minta tolong. Para tetangga kemudian berdatangan untuk menolong. Anak Subarjo yang merupakan istri korban Setyo, Riyani (30) dan Riyo Praditya Andika Diotama (12) terluka akibat peristiwa ini. Riyo mengalami luka lecet, sementara Riyani luka di bagian kepala hingga harus mendapatkan sejumlah jahitan. Sementara Setyo, meninggal dalam perjalanan ke RSUD Wates. Diduga ia kehabisan oksigen serta mengalami luka dalam pada bagian dada akibat tertimpa dinding dan material longsor.

Setyo dan Riyani diketahui merupakan pengantin baru. Keduanya menikah sekitar sebulan lalu. Warga dan pihak kepolisian sangat berhati-hati dalam melakukan evakuasi  material longsor karena dikhawatirkan masih terjadi longsor susulan. Atas peristiwa ini, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meminta masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan longsor untuk berhati-hati. Orang nomor satu di Kulonprogo ini juga mengimbau agar dalam membangun rumah, warga memperhatikan jaraknya dengan tebing.

“Warga yang ingin membangun rumah dekat dengan tebing harus memperhatikan jaraknya, terutama jika tebing berkontur tegak. Sebaiknya dibangun talud,” kata Bupati Hasto.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono meminta agar masyarakat memperhatikan kontur tanah di kediaman masing-masing. Mereka juga diminta menerapkan kearifan lokal dalam mengamati tanda-tanda bencana alam. Sebab, meski BPBD sudah memasang puluhan sistem peringatan dini bencana, peristiwa longsor mungkin terjadi di berbagai tempat.

“Kami minta warga tidak mendekati lokasi longsor terlebih dahulu sampai tanah benar-benar stabil,” katanya.

Berdasarkan peta kerawanan bencana yang dimiliki BPBD Kulonprogo, Dusun Ngruno bukan termasuk kawasan rawan bencana longsor. Pihaknya berharap peristiwa serupa tak lagi terjadi, terlebih sampai menelan korban jiwa.

Sementara itu, hujan deras di Kota Yogya merobohkan pohon dan tiang listrik di Jalan Atmosukaryo, Gondomanan, Yogya, Minggu (26/11). Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Saat kejadian hujan deras, pohon tiba-tiba ambruk menimpa tiang listrik. Untungnya tak ada yang melintas di jalan,” ujar seorang warga. (Unt/Riz)

Read previous post:
Anak butuh aktifitas positif di lingkungannya
LAPORAN KHUSUS (2) – Anak Simpan Rahasia, Ortu Harus Waspada

Sebelumnya : LAPORAN KHUSUS (1) – Minim Perhatian Anak Jadi Brutal UNTUK memantau perilaku anak selama di luar rumah memang tidak

Close