Kesurupan di SMPN 15 Yogya Masih Terjadi, Paranormal Ramai-ramai Tawarkan Bantuan

Salah seorang siswi SMPN 15 Yogya kembali mengalami kesurupan dan ditangani pihak sekolah dibantu para siswi lain
Salah seorang siswi SMPN 15 Yogya kembali mengalami kesurupan dan ditangani pihak sekolah dibantu para siswi lain

DANUREJAN (MERAPI) – Kesurupan massal yang terjadi di SMPN 15 Yogya terus tertjadi hingga Jumat (17/11). Berbagai upaya sudah dilakukan oleh komite sekolah, namun tetap saja gagal menghentikan kesurupan. Sejumlah paranormal juga menawarkan bantuan, dan bahkan beberapa di antaranya meminta uang mahar.

Untuk melihat fenomena ini, Kepala Disdik Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana kemarin hadir di SMPN 15 Yogya guna memberikan motivasi kepada para siswa. Edy mengakui, persoalan di SMPN 15 Yogya memicu beberapa pihak memanfaatkan momentum itu. Ada beberapa paranormal dan dukun yang menawarkan diri menangani kasus itu dengan meminta bayaran atau mahar tertentu. Tapi pihaknya menegaskan tidak akan mengkomersilkan persoalan kesurupan di SMPN 15 Yogya.

“Sebagai lembaga, kami akan bersikap formal dan menyelesiakan persoalan ini secara keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Edy. Dia tak menyebut berapa uang yang diminta paranormal itu sebagai jasa menghentikan kesurupan.

Saat pertemuan dengan siswa itu digelar sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, beberapa siswa SMPN 15 Yogya mengalami kesurupan. Pada siang hari usai Salat Jumat, kesurupan kembali dialami siswa lain. Pihak sekolah langsung menangani dan para siswa pun ikut membantu memegangi sambil berdoa. Kurang dari setengah jam, siswa itu sudah sadar kembali. Siswa lainnya yang tidak kesurupan tetap berakvitias di sekolah.

Menurut Edy, menanggapi persoalan di SMPN 15 Yogya itu, Disdik Kota Yogyakarta sudah berencana mengadakan pemberian motivasi kepada siswa. Tapi kegiatan itu ditunda karena kondisi sekolah tidak memungkinkan. Siswa juga dipulangkan lebih awal usai salat Jumat.

“Anak-anak yang mengalami ini harus dibangkitkan lagi semangat kepercayaan dirinya dengan motivasi, agar fokus belajar. Kalau sudah percaya diri, saya yakin akan mampu menangkal itu. Maka dari itu kami akan jadwalkan ulang motivasi ke anak-anak,” terang Edy Heri Suasana.

Dia menjelaskan, pihak Disdik juga sudah mengupayakan penanganan kesurupan di SMPN 15 Yogya dengan kearifan lokal. Tapi dengan kondisi kesurupan masih terjadi, pihaknya akan mengusahakan lebih lagi. Termasuk akan mendatangkan psikolog ke SMPN 15 Yogya untuk memberikam pendampingan ke siswa.

Sementara itu, Komite sekolah SMPN 15 Yogyakarta meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta turun tangan untuk mengatasi kesurupan siswa yang masih sering terjadi di sekolah itu. Sekolah dan komite sekolah sudah melakukan berbagai upaya, tapi sampai kemarin Jumat (17/11) kesurupan masih dialami beberapa siswa.

“Harapan kita dinas mengambil alih penanganan kesurupan dan guru sekolah bisa fokus pada kegiatan belajar mengajar karena anak-anak minggu depan ujian,” kata Ketua II Komite SMPN 15 Yogya, R Sjafmarizal, saat beraudiensi ke Kantor Disdik Kota Yogyakarta, Jumat (17/11).

Pihaknya berharap masyarakat turut membantu pemulihan persoalan kesurupan di SMPN 15 Yogya dengan tidak mendatangi sekolah. Dia menyampaikan, banyak orang “pintar” datang ke sekolah, yang mengaku bisa membersihkan gangguan makluk halus. Diakuinya, hal itu semua didasarI oleh niat baik, tapi akibatnya suasana sekolah menjadi tidak kondusif.

“Kami dan pihak sekolah sudah berupaya mengatasi persoalan ini dengan berbagai cara. Anak-anak kami kuatkan karena pada dasarnya kami ingin anak belajar aman dan nyaman,” ucapnya.

Kepala SMPN 15 Yogya, Siti Arina Budiastuti menambahan, selama ini jika ada siswa yang kesurupan langsung ditangani. Pihaknya juga memohon kepada orangtua agar menguatkan anaknya agar fokus belajar. “Usaha kita sudah maksimal,” ujar Arina.

Seperti diketahui, kesurupan massal di SMPN 15 Yogya terjadi sejak 3 November lalu. Diduga, kesurupan berkaitan dengan renovasi gedung sekolah yang menebang pohon beringin tua di halaman sekolah. (Tri)

Read previous post:
Kepala BNNP Jateng Tri Agus Heru dan kedua tersangka Ded dan napi Sanci
800 Gram Sabu Dimasukkan Sandal Wanita

SEMARANG (MERAPI) - Ded (42), seorang kurir narkoba jenis sabu berhasil diringkus disertai barang bukti 800 gram sabu. Selain Ded,

Close