Tebing Sampah 20 Meter Terbakar

PIYUNGAN (MERAPI) – Tebing sampah setinggi 20 meter di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan terbakar, Kamis (2/11). Sontak membuat pemulung dan warga sekitar panik lantaran kebakaran sampah ini berpotensi menimbulkan gas berbahaya. Satu alat berat, dua mobil pemadam kekabaran (damkar), dan lima mobil tangki dikerahkan untuk memadamkan api. Banyaknya material yang mudah terbakar, membuat proses pemadaman berlangsung hampir lima jam. Kebakaran kali ini menjadi kebarakan terbesar setelah kejadian serupa tahun 2007 yang lalu.

Salah seorang pemungut sampah di lokasi kejadian meyebutkan api terlihat muncul sekitar pukul 10.00 WIB. Saat diketaui api sudah membesar membakar sampah sekitar 2 meter. Angin yang bertiup kencang membuat api dengan cepat menjalar. Tidak berselang lama api membakar area sampah sepanjang 15 meter. “Sejak saya tinggal disini tahun 2009, ini yang paling besar,” sebutnya.

Titik api tersebut muncul di tebing tumpukan sampah sehingga warga tidak bisa mencapai lokasi untuk memadamkan api. Ditambah lagi sisi bawah tebing merupakan selokan resapan air yang sulit untuk dilalui. Menurutnya tidak jarang ada kebakaran di TPST tersebut, namun tidak sampai membesar warga sudah berhasil memadamkan. Namun karena akses ke titik api cukup sulit, kebakaran kali ini tidak bisa diatasi dengan cepat. Meski tidak mengetahui secara persis penyebabnya, namun biasanya kebakaran di daerah itu akibat punting rokok atau pun korek api bekas yang meledak diantara tumpuhan sampah. “Kalau musim kemarau seperti ini sebagaian besar sampahnya kering jadi kalau ada api sedikit saja gampang membuat kebakaran,” ujarnya.

Sementara, di sela proses pendinginan area kebakaran, Komandan Damkar Bantul, Hamdani mengatakan kebakaran kali ini merupakan terbesar setelah kejadian serupa tahun 2007 silam. Saat itu proses pemadaman membutuhkan waktu hingga lima hari. Pihaknya juga belum dapat memastikan sebab kebakaran tersebut. Sebuah alat berat harus diterjunkan untuk membongkar gunungan sampah yang terbakar. Hal ini karena semprotan air mobil pemadam tidak bisa mencapai titik api yang berada di dalam tumpukan. Selain itu titik api di atas tebing setinggi 20 meter tersebut sulit dijangkau. “Ini habis air sekitar sembilan tangki, bergantian mengambil air,” terangnya.

Petugas berulang kali meminta warga di sekitar lokasi kebakaran untuk menjauh. Menurut Hamdani kebakaran pada tumpukan sampah ini sangat berpotensi menimbulkan gas berbahaya di dasar. Untungnya sebelum api mencapai dasar sampah, petugas berhasil memadamkan api. Api baru bisa padam pukul 14.30 WIB. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Gas methanol sampah ini ada di bawah (dasar) sehingga kalau kena gas itu sulit dipadamkan,” pungkasnya. (C-1)

 

Read previous post:
Polisi berkostum tokoh pewayangan menyosialisasikan Operasi Zebra Candi 2017
Wayang Orang Sosialisasikan Operasi Zebra Candi

AKSI simpatik Satlantas Polres Karanganyar berhasil menyita perhatian pengguna kendaraan bermotor di ruas Jalan Lawu, tepatnya di simpang empat depan

Close