190 Santri Asing Belajar di Magelang

Kepala Imigrasi saat sosialisasi pada santri
Kepala Imigrasi saat sosialisasi pada santri

TEMANGGUNG (MERAPI) – Sekitar 190 warga asing dari berbagai negara sahabat belajar di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Magelang. Sejauh ini tidak ada yang kadaluarsa masa tinggalnya, namun ada beberapa yang hampir habis sehingga perlu diperpanjang jika masih ingin tinggal di Indonesia.

” Warga negara asing yang ingin belajar di ponpes diperbolehkan, tetapi harus memiliki ijin tinggal, yang akan habis bisa segera memperpanjangnya,” kata Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II non TPI Wonosobo, Yanuar, Rabu (9/10).

Dia menyampaikan itu pada sosialisasi izin belajar terkait ijin tinggal keimigrasian bagi santri asing di Temanggung yang diikuti sejumlah santri pondok pesantren.

Dia mengatakan penyebaran informasi untuk peningkatan pemahaman terkait syarat dan prosedur oleh para santri asing yang akan menimba ilmu di wilayah Indonesia khususnya Jawa Tengah.

Dikatakan warga asing yang ada di wilayah kerja kantor Imigras Wonosobo mencapai ratusan. Sebagian dari mereka adalah tengah belajar di pondok pesantren. Mereka antara lain berasal dari Myammar, Thailand, Kamboja, Filipina dan Malaysia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo mengatakan ijin tinggal di Indonesia tidak gratis, berdasar aturan ijin tinggal terbatas masa berlaku paling lama 1 tahun biayanya Rp 1,5 juta, untuk dua tahun Rp 2 juta dan tinggal terbatas lima tahun pada kawasan ekonomu khusus Rp 5 juta.

” Untuk santri biasanya ijin tinggal terbatas,” katanta. (Osy)

Read previous post:
Jelang HUT ke-55 Partai Golkar: Kondisi Partai Stabil.

YOGYA (MERAPI) - Kondisi partai Golkar di Yogyakarta saat ini stabil, bila ada hantaman isu dari luar merupakan sebuah kewajaran

Close