Tembakau Totol E Laku Rp 135 ribu perkilogram

MERAPI-Zaini Arrosyid Seorang petani menjemur tembakau di depan rumahnya.
MERAPI-Zaini Arrosyid
iLUSTRASI Seorang petani menjemur tembakau di depan rumahnya.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Harga tembakau rajangan mendekati masa akhir panen terus meningkat. Terpantau harga bahan baku utama rokok tersebut di perwakilan rokok Gudang Garam tertinggi mencapai Rp 135 ribu perkilogram untuk totol E.

Kades Wonosari Kecamatan Bulu Agus Parmuji mengatakan harga tembakau mulai beranjak naik menyesuaikan dengan tingkat totol yang ada. Ketika menjual tembakau rajangan di perwakilan pabrik rokok Gudang Garam di Temanggung, Selasa (10/9) telah ada totol E yang dijual. Pihak pabrikan membelinya dengan harga Rp 135 ribu per kilogram.

“Harga Rp 135 ribu perkilogram sebagai harga memadai menurut pabrik, tetapi tentu petani menginginkan harga yang lebih tinggi, mengingat barang sangat bagus atau istimewa,” kata Agus, Rabu (11/9).

Di menyampaikan kualitas tembakau rajangan pada musim tembakau tahun 2019 terbilang lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena masa kemarau lebih panjang.

Resikonya, katanya hasil produksi menurun hingga 50 persen. Ini disebabkan tanaman tembakau tidak tumbuh optimal diawal masa tanam dan petani tidak bisa menambal sulam tanaman yang mati karena sudah memasuki musim kemarau yang tidak ada hujan.

Maka itu, terangnya, petani sangat berharap harga yang lebih tinggi dibanding dengan tahun lalu. Harga tinggi dinilai rasional, agar pendapatan juga lebih banyak untuk menutup biaya produksi yang tinggi.

Seorang petani tembakau Nur Ahsan (34) warga Desa Losari Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung mengatakan ditingkat petani harga tembakau totol E di atas Rp 110 ribu per kilogram. Petani inginnya menjual langsung ke pabrik yang harga lebih tinggi tetapi kesulitan, karena harus melalui perantara yang tentu membutuhan biaya.

“Kami pasrah dibeli pedagang dengan harga lebih rendah dari pabrik, dari pada mengeluarkan pikiran, tenaga dan dana yang lebih banyak,” katanya.

Seorang petani Sutopo warga Dusun Lamuklegok Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo mengatakan ada selisih jauh antara tembakau rajangan totol D dan E. Untuk totol D miliknya, kemarin terjual pada kisaran Rp 80.000 per kilogram di perwakilan pabrik rokok, sedangkan totol E belum tahu akan terjual berapa, meski di gudang kini telah terbeli Rp 135 ribu per kilogram. Secara umum harga tembakau tahun ini ada sedikit peningkatan dibanding tahun lalu meski kenaikkan itu sangat tipis.

” Kualitas tembakau dari daerah Lamuk adalah yang terbaik, maka itu meski sama-sama totol E, Insya Allah harga lebih mahal,” katanya sembari berharap tembakau kualitas tinggi atau srintil bisa keluar dan berharga diatas Rp 300 ribu perkilogram. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DBD di Gunungkidul Ada 413 Kasus

WONOSARI (MERAPI) –Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul tahun ini masih cukup tinggi. Dinas Kesehatan setempat mencatat hingga

Close