Krisis Air Bersih di Temanggung Terus Meluas

MERAPI-Zaini Arrosyid BPBD droping air bersih
MERAPI-Zaini Arrosyid
BPBD droping air bersih

TEMANGGUNG (MERAPI) – Krisis air bersih di musim kemarau 2019 di Kabupaten Temanggung terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat mencatat di awal Juli krisis air bersih melanda ribuan warga di empat Desa di dua kecamatan.

Plt BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan desa yang mengalami krisis air bersih yakni Desa Drono, Jetis dan Tlogopucang di Kecamatan Selopampang dan di Desa Dringgo Kecamatan Kandangan. ” Mulai Selasa droping air bersih ke Dringgo,” kata Gito Walngadi, Selasa (2/7).

Dia mengatakan tahun 2019 diprediksi kemarau lebih kering dibanding 2018 sehingga krisis air bersih juga diperkirakan meluas. Berdasar prediksi terdapat 12 kecamatan yang tersebar di 40 desa dan 129 dusun yang mengalami krisis air bersih di tahun 2019.

Dia mengemukakan sejumlah desa melalui kecamatan sudah meminta bantuan droping, tetapi belum dilakukan droping air bersih sebab harus di survey dan menunggu kajian tim dari BPBD. ” Setelah rapat hasil surves akan langsung diputuskan,” katanya.

Dia menyampaikan BPBD Kabupaten Temanggung mengajukan pembuatan sumur bor dan pipanisasi air bersih untuk penduduk di lima desa rawan kekeringan di kabupaten tersebut pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Desa-desa itu, katanya yakni adalah Getas Kecamatan Kaloran, Kemloko Kecamatan Kandangan, Batursari Kecamatan Candiroto, Gedekan Kecamatan Tlogomulyo dan Ngropoh Kecamatan Kranggan.

“Sumur bor untuk di Gedekan yang lainnya pipanisasi. Jalur pipanisasi ada yang mencapai 11 kilometer,” kata dia.

Dia mengatakan nilai total untuk proyek pipanisasi dan pembuatan sumur bor yang diajukan pada BNPB sebesar Rp 2,9 miliar. Besar harapan usulan dapat disetujui dan segera direalisasi, sebab masyarakat sangat membutuhkannya.

Pipanisasi ini, katanya menggunakan daya gravitasi dari mata air sehingga perawatannya dipandang lebih ringan dari segi biaya demikian juga masyarakat mudah untuk menguasai teknologinya.

Dia menyampaikan harapannya setelah ada pipanisasi dan pembuatan sumur bur, warga setempat dapat terpenuhi kebutuhan air bersih, terutama di musim kering. Mereka tidak lagi menggantungkan bantuan air bersih dari pemerintah melalui droping air di musim kering.

“Warga di daerah itu kesulitan air bersih di musim kering, karena sumber air mengering sehingga harus didroping oleh BPBD,” katanya. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PEDA-KTNA 2019: Generasi Muda Diajak Bertani

SLEMAN (MERAPI) - Sektor pertanian dan perikanan menjadi salah satu andalan untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian daerah. Hanya saja bidang

Close