12 Warga Temanggung Kena DBD

TEMANGGUNG (MERAPI) – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung mengingatkan pada warga untuk mewaspadai serangan demam berdarah dengue (DBD) yang serangannya meningkat pada musim hujan. Berdasar catatan, setidaknya ada 11 warga yang sudah terkena. Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian jika tidak lekas tertangani.

“Kami ingatkan warga untuk waspada nyamuk aides aegipthy. Serangan ini dapat mengakibatkan kematian,” kata Kasi Penanggulangan Wabah dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sri Hartati, Kamis (17/1).

Dia mengatakan dari awal tahun hingga pertengahan Januari, terdapat 12 kasus DBD di Kabupaten Temanggung. Sejauh ini tidak ada laporan hingga meninggal dunia. Warga yang terserang mendapat pengobatan dan perawatan intensif di rumah sakit dan berhasil disembuhkan, namun sejumlah penderita masih dalam perawatan.

Dikatakan daerah yang mendapat serangan DBD diantaranya kelurahan Temanggung II, Kowangan, Jampirejo, Munseng dan Lungge. Selain itu di Kedu, Kranggan, Gemawang dan Ngadirejo. Lingkungan temuan DBD, kini dalam pengawasan Dinkes Temanggung terutama daerah yang dinilai masih potensial muncul kembali DBD. “Daerah itu termasuk yang terdapat demam degue (DD), gejala DD sama,” katanya.

Dia menyampaikan Dinkes Temanggung mengutamakan 3 M dalam pemberantasan nyamuk aedes aegipthy. Langkah tersebut dinilai lebih baik dibanding pengasapan yang jika tidak tertangani dengan baik menyebabkan kekebalan pada nyamuk, selain memang tidak dapat membunuh telur nyamuk. “Kami minta warga untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, jangan sampai ada DBD, yang biasanya marak di musim hujan,” katanya. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Dana Desa Gunungkidul Rp 136 M

WONOSARI (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2019 ini mendapatkan bantuan dana desa sebesar Rp 136 miliar yang sudah

Close