Harga Tembakau Tembus Rp 90 Ribu

MERAPI-Zaini Arrosyid Seorang petani menjemur tembakau di depan rumahnya.
MERAPI-Zaini Arrosyid
Seorang petani menjemur tembakau di depan rumahnya.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Harga tembakau rajangan asal lereng Sumbing di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo Temanggung telah tembus Rp 90.000 ditingkat petani. Petani berharap harga terus naik seiring meningkatnya kualitas tembakau.

Kepala Dusun Lamuklegok Desa Legoksari Sutopo mengatakan ditingkat petani harga tembakau rajangan telah mencapai Rp 90.000 per kilogram untuk grade D plus. Grade di atasnya, yakni E belum muncul. ” Grade terakhir yang muncul D plus, grade E mungkin minggu depan, semoga daun tembakau di lahan bisa jadi grade E,” kata Sutopo, Senin (3/9)

Dia mengatakan mutlak dukungan cuaca untuk capaian grade terbaik, seperti matahari bersinar terik, angin tidak berhembus kencang dan tidak turun hujan. Bila unsur memenuhi, grade E dipastikan muncul, bahkan grade diatasnya seperti F dan srintil yang harganya sangat mahal.

” Kami berharap muncul srintil, harganya sangat mahal bisa di atas Rp 250.000 perkilogram,” katanya.

Disampaikan, kekhawatiran petani adalah turun hujan, sebab di sejumlah lereng gunung Sumbing terutama di sebelah selatan mulai membentuk awan hitam dan turun hujan. Turunnya kualitas tembakau berdampak buruk, diantaranya perusahaan tidak mau membeli atau membeli dengan harga yang tidak menguntungkan petani.

” Kami sangat berharap kualitas tembakau terus membaik dan harga juga semakin tinggi,” katanya.

Kepala Desa Legoksari Subakir mengatakan petani memproses tembakau secara bersama-sama untuk menekan biaya produksi sebagai dampak turunnya kuantitas panen hingga 30 persen dan mempertahankan kemurnian tembakau.

Dia mengatakan hasil panen menurun karena faktor kurang hujan diawal tanam, sehingga banyak yang mati, dicontohkan dahulu satu lahan bisa mendapatkan tiga keranjang penuh, kini belum tentu, bisa jadi satu setengah keranjang, sehingga untuk memenuhinya bekerja sama dengan petani lain.

” Kami tidak menambahkan dengan tembakau luar yang diproses disini, sebab tembakau luar belum tentu sama kualitasnya. Kami lebih suka bekerjasa dengan petani lain,” katanya. (Osy)

Read previous post:
JAMAAH HAJI ASAL SLEMAN MULAI TIBA – Kelelahan, 1 Jamaah Haji Langsung Dipulangkan

SLEMAN (MERAPI) - Sukardi Niti Sudarmo jamaah haji asal Kabupaten Sleman terpaksa pulang menggunakan mobil ambulance. Warga Jering VI Desa

Close