Droping Air Sudah Didanai CSR

Ilustrasi

TEMANGGUNG (MERAPI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung tetap melakukan droping air pada masyarakat yang mengalami krisis air bersih meski dana dari APBD telah habis. Droping kini didanai Corporate Social Responsibility (CSR), sambil menunggu usulan tambahan dana pada Pemerintah disetujui.

Plt Kepala BPBD Temanggung Gito Walngadi mengatakan dana droping air bersih dari APBD kabupaten sudah habis pada awal Agustus, karena masyarakat masih alami krisis air sehingga tetap dilakukan droping. ” Sejumlah perusahaan yang dimobilisir mau mengalokasikan dana CSR untuk droping air bersih, sehingga droping air masih bisa dilanjutkan,” katanya, Jumat (31/8).

Dia mengatakan dana CSR yang dialokasikan untuk droping air bersih hingga saat ini sudah untuk sekitar 200 tangki. Sedangkan dana yang diajukan pada APBD Perubahan sekitar Rp 150 juta, dana itu sekitar untuk 600 tangki air bersih.

Dia mengemukakan bantuan dari pihak ketiga tersebut berasal dari forum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sejumlah perusahaan swasta, Bank dan dari berbagai pihak lain yang peduli dengan kondisi masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih,” katanya.

Sedangkan wilayah yang mengalami kekurangan air bersih sebanyak delapan kecamatan, diantaranya kecamatan Kaloran, Kandangan, Kranggan, Selopampang, Tlogomulyo, Kedu, Bulu dan Candiroto. ” Di delapan Kecamatan tersebut ada 14 Desa dan 32 dusun, yang mengalami kekurangan air bersih,” katanya.

Dikatakan, dari delapan Kecamatan tersebut, tujuh kecamatan diantaranya merupakan langanan kekurangan air bersih disetiap tahunnya, hanya satu Kecamatan yang merupakan daerah baru yang mengalami kekeringan. (Osy)

Read previous post:
Cek Ketersediaan Barang, Tim Gabungan Pantau Distribusi Gas 3 Kg

SUKOHARJO (MERAPI) - Pemantauan dilakukan petugas gabungan dengan memantau distribusi gas 3 kilogram sebagai antisipasi terjadinya praktek pelanggaran. Sebab kondisi

Close