Produktivitas Tembakau di Temanggung dan Magelang Berkurang 50 Persen

Merapi-Zaini Arrosyid Petani memilah daun tembakau.
Merapi-Zaini Arrosyid
Petani memilah daun tembakau.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Pada musim panen tembakau 2018, hasil panen tembakau di lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung turun 40 hingga 50 persen sebagai dampak kekurangan air pada pertumbuhannya.

Kepala Dusun Lamuklegok Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Sutopo mengatakan tanaman tembakau nyaris tidak ada guyuran hujan sejak tanam di awal April 2018, padahal kini sudah mulai panen. ” Kekurangan air ini, membuat pertumbuhan tidak optimal,” katanya, Rabu (29/8).


Dia mengemukakan di beberapa wilayah seperti di lereng Sindoro dan Prahu sempat diguyur hujan sehingga secara kuantitas hasil panennya lebih bagus, sedangkan di lereng Sumbing sama sekali tidak ada hujan sehingga tanaman tembakau tumbuh kecil.

Dia mengatakan pada kondisi normal tinggi tanaman tembakau bisa mencapai satu meter lebih, karena kekurangan air, tinggi tanaman tembakau saat ini kurang dari 50 centimeter.

Dia menyampaikan kuantitas tembakau tahun ini terbilang kurang bagus, tetapi secara kualitas tembakau tahun ini cukup bagus. Petani berharap cuaca mendukung dengan kondisi panas hingga akhir masa tanam, sehingga kualitas tembakau semakin bagus dan bukan tidak mungkin muncul tembakau srintil yang harganya mahal.” Harga tembakau rajangan untuk grade C saat ini Rp 70.000 hingga Rp80.000 per kilogram,” katanya.

Petani Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Santono menyampaikan petani harus menyirami tanaman tembakau agar bisa tumbuh optimal karena tidak ada hujan. Usaha itu, cukup membuahkan hasil, tetapi karena aair juga sulit didapat sehingga di beberapa lahan tetap saja pertumbuhannya tidak optimal.

” Satu batang pohon, kira-kira hanya ada 15 lembar, padahal biasanya mencapai 25 hingga 30 lembar daun. Daunnya juga kecil, ” katanya.

Seorang petani tembakau, Ahmad (65) warga Dusun Posong Desa Ngepanrejo Kecamatan Bandongan Magelang mengatakan kuantitas daun tembakau turun sedangkan kualitasnya cukup bagus. ” Petani berharap kondisi alam mendukung, tetapi saat ini juga sudah mulai gerimis. Diharapkan tidak ada gerimis karena bisa menurunkan kualitas tembakau,” katanya.

Harga daun tembakau basah, katanya, berkisar Rp 6.000 per kilogram, sementara harga tembakau rajangan untuk grade C plus mencapai Rp 65.000 per kilogram. Kualitas tembakau di wilayah tersebut masih kalah dibanding di Temanggung sehingga harganya dibawah dari Temanggung. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Penyerahan wayang secara simbolis oleh Joko Purnomo kepada Ki Seno Nugroho.
Warga Dusun Kepek Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk bersama Dalang Ki Seno Nugroho

IKUT memperingati hari kemerdekaan RI ke-73, warga Dusun Kepek RT 03 dan RT 04 Timbulharjo Sewon Bantul mengadakan pagelaran wayang

Close