Kalangan Industri Masih Gunakan Gas Melon

MERAPI-Zaini Arrosyid Petugas memeriksa temuan gas melon yang dipakai kalangan industri
MERAPI-Zaini Arrosyid
Petugas memeriksa temuan gas melon yang dipakai kalangan industri

TEMANGGUNG (MERAPI) – PT Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Temanggung menemukan pemakaian gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram oleh kalangan industri pada inspeksi mendadak (sidak), Kamis (2/8).

Sekretaris Tim Pengawasan Tata Niaga LPG 3 KG dan BBM Jenis Tertentu Kabupaten Temanggung, Arif Mujiono mengatakan sidak untuk memastikan penggunaan gas elpiji bersubsidi digunakan masyarakat skala rumah tangga. Industri menengah ke atas harus gunakan elpiji non subsidi.

“Kami menemukan kalangan industri masih gunakan elpiji bersubsidi,” katanya disela sidak.

Dia mengatakan sidak sekaligus sosialisasi penggunaan gas elpiji bersubsidi bukan untuk kalangan industri, sebab itu adalah hak dari masyarakat. Pemakaian gas melon pada kalangan industri menjadi salah satu penyebab susahnya gas itu didapat masyarakat.

Sales Eksekutif PT Pertamina Rayon 8 wilayah EksKedu, Ardian Sukarno mengatakan gas melon bersubsidi masih banyak digunakan dikalangan industri. Sesuai aturan industri dengan aset Rp 300 juta ke atas atau beromset diatas 50 juta per bulan harus gunakan elpiji non subsidi.

Temuan di Temanggung, ada industri yang sudah 100 persen ke gas non subsidi, tetapi ada yang 100 persen masih memakai elpiji bersubsidi. Yang lainnya sebagian gunakan elpiji bersubsidi dan melon dan non subsidi. ” Kami edukasi kalangan usaha untuk beralih ke gas elpiji non subsidi, karena elpiji bersubsidi hak dari masyarakat tidak mampu,” katanya.

Dikatakan, Pertamina langsung menukar elpiji bersubsidi dengan yang non subsidi. Dua tabung gas melon ditukar satu tabung gas non subsidi ‘Bright Gas’ ukuran 5,5 kilogram. Pertamina menerapkan diskon khusus, pada penukaran itu yakni cukup membayar Rp 25 ribu dari harga umum Rp 70 ribu per dua tabung melon dengan satu tabung bright gas.

” Sasaran sidak Kamis adalah rumah makan, warung bakso, katering. Di rumah makan Rio kami menemukan 11 tabung gas elpiji bersubsidi. Beberapa diantaranya sudah kosong, dan sebagian sedang digunakan. Kami langsung menggantinnya,” katanya.

Karyawan RM Rio, Khoirul Huda mengatakan terkejut dengan sidak itu. Dirinya mengaku tidak mengetahui ada aturan penggunaan gas eiliji non subsidi untuk Rumah Makan. Penggunaan gas elpiji non subsidi sebenarnya juga memberatkan karena lebih mahal.” Selama ini tidak tahu ada aturan gunakan elpiji non subsidi. Gas dipasok dari pedagang,” katanya. (Osy)

Read previous post:
Dua Eks Persibo Jalani Trial di PSIM

YOGYA (MERAPI) - Selain kedatangan mantan bek kiri PSCS Cilacap, Risman Maidullah, dua pemain yang pernah memperkuat Persibo Bojonegoro turut

Close