Mengenal Sejarah Keagungan Alquran di The Holy Quran Exhibition

MADINAH (HARIAN MERAPI) – Alquran diturunkan pada nabi terbaik. Yang menurunkan malaikat terbaik, pada waktu terbaik di bulan Ramadan serta di tempat terbaik, Makkah Al Muqaromah dan Madinah Al Munawaroh. Tidak hanya itu, Alquran juga menjadi kitab terbaik dari sisi pahala.

Membaca Alquran disampaikan Rasulullah SAW pahalanya sama dengan dunia seisinya. Alquran menjadi mukjizat terbesar Allah SWT pada Rasulullah Muhammad SAW. Karena itu umat muslim sangat penting untuk mengenal Alquran. Hal itu yang juga coba dikedepankan Museum Alquran The Holy Quran Exhibition yang berada di kompleks Masjid Al Haram Nabawi Madinah.

Berbagai koleksi dipajang dengan standar pengaturan suhu yang baik sehingga koleksinya terjaga. Sejumlah koleksi Alquran termasuk kuno dengna usianya puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun. Hampir seluruh koleksi merupakan hibah atau wakaf dari pemiliknya.

Pada bagian depan ruangan museum, pengunjung dapat melihat dari dekat Kiswah Kakbah yang dipajang di dalam bingkai kaca menempel dinding. Sejarahnya, Kiswah tersebut berumur sekitar 140 tahun yang merupakan karya ulama Mesir, Abdullah Zuhdi yang juga banyak menulis kaligrafi di Al Haram. Terbuat dari sutera hitam asli dilengkapi kaligrafi benang emas dan perak.

Karya lain yang luar biasa yakni manuskrip naskah Alquran tulisan tangan berusia ribuan tahun. Merupakan copyan dari naskah asli yang tersimpan di Istanbul Turki. Menjadi Alquran tertua karena dibuat semasa khalifah Usman bin Affan.

Ada pula puluhan Alquran kuno yang merupakan wakaf dari peziarah. Karya fenomenal lain yakni Alquran yang tidak ditulis dengan tinta dan di atas kertas. Hurufnya dijahit di atas kain putih oleh seorang wanita asal Pakistan yang hatinya sangat tulus dan ikhlas bernama Naseem Akhtar.

Mulai membuat pada usia 30 tahun dan selesai saat umur 62 tahun. Prosesnya menghabiskan 300 meter kain dan 2 ribu meter benang. Ditulis tiap sepertiga malam akhir dalam kedaan berwudhu setelah selesai Salat Tahajud. Masa pembuatannya sejak Agustus 1987 hingga Januari 2018. Alquran tersebut terbagi menjadi tiga jilid dengan satu jilidnya terdapat 10 juz.

Ada pula naskah Alquran dengan huruf terkecil hingga satu juz hanya butuh satu lembar kertas untuk menuliskannya. Terdapat pula almari penyimpanan khusus Alquran dari putri Mesir bernama Aminah Hanim yang sudah berusia 110 tahun. Ada sejumlah ornamen gading gajah pada beberapa bagian almari klasik tersebut. (Feb)

Read previous post:
YOGYA PERBANYAK BIOPORI JUMBO-Warga Diminta Cermat Pilih Lokasi

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) - Beberapa wilayah di Kota Yogyakarta mengembangkan peresapan air hujan biopori jumbo. Hanya saja banyak pemilihan lokasi

Close