Turki dan Malaysia Berminat Belajar Pengelolaan Haji Indonesia

MERAPI-BAHAUDIN/MCH2019  Pertemuan delegasi Indonesia dan Malaysia
MERAPI-BAHAUDIN/MCH2019
Pertemuan delegasi Indonesia dan Malaysia

MAKKAH (MERAPI) – Indonesia dinilai berhasil menyelenggarakan seluruh prosesi haji dengan tertib dan teratur meski sebagai negara dengan pengirim jemaah haji terbesar di dunia. Bahkan, jemaah haji Indonesia dikenal paling patuh di antara jemaah lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Haji dan Umrah Turki Remzi Bircan Ketua Rombongan Haji Malaysia 1440H Dato Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman secara terpisah saat menggunjungi Misi Haji Indonesia di Kantor Urusan Haji Indonesia Makkah, Selasa (20/8).

“Kami ingin sekali belajar bagaimana mengelola haji seperti Indonesia,” ujar Remzi. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Nizar Ali, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Endang Jumali, Pengendali Teknis PPIH serta Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid.

Menurut Remzi, Indonesia memiliki kuota tiga kali lipat lebih besar jika dibanding Turki. Pasalnya Turki hanya memiliki kuota sebanyak 80 ribu jemaah. Jumlah tersebut terdiri dari 30 ribu jemaah haji khusus dan 50 ribu jemaah haji reguler.

Namun begitu, dengan jumlah jemaah yang besar Indonesia dinilai dapat mengorganisasi dengan baik. Padahal menurut Remzi, membawa 80 ribu jemaah melakukan pergerakan dari Makkah ke Arafah, kemudian dari Arafah ke Mina sudah menjadi kesulitan tersendiri.

“Kami bermaksud membangun silaturahmi untuk kemudian dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan Indonesia. Pembicaraan ini kami harap dapat dilanjutkan di Jakarta Indonesia ataupun di Ankara Turki,” ucapnya.

Sementara Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang diberikan. Nizar mengakui Indonesia dipandang sebagai pengelola ibadah haji yang rumit, karena dari sisi jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Selain itu Indonesia juga dikenal jemaah haji yang paling tertib, paling penurut, sehingga hal itu yang membuat Turki ingin belajar dari Indonesia.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 45 menit tersebut, Remzi juga takjub antara perbandingan jumlah jemaah dengan petugas haji. Turki memiliki 2.500 petugas untuk melayani 80 ribu jemaah haji. Sementara, Indonesia hanya memiliki 4.300an petugas untuk melayani 231 ribu jemaah haji.

Sementara Ketua Rombongan Haji Malaysia 1440H Dato Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman menyebut Indonesia memiliki sistem pengendalian jemaah haji terbaik. “Saya amat kagum sekali. Karena dengan jumlah jemaah yang begitu besar, hampir 231 ribu berbanding dengan Malaysia yang hanya 30 ribu, tapi bisa begitu dikendalikan dengan begitu tersusun, sistematik,” kata Dato Sri Syed Saleh.

Menurutnya, hal senada juga diungkapkan oleh Kerajaan Arab Saudi. Bukan saja dari segi pengendalian, tapi juga dari segi jemaah haji Indonesia sendiri yang penuh disiplin, punya ilmu secukupnya. “Selain itu dari segi ibadah haji, mereka sungguh teratur dan tidak menimbulkan perkara-perkara yang tidak diingini,” ungkapnya.

Rasa kagum itu yang menurut Dato Sri Syed Saleh membuat Malaysia ingin terus bekerjasama dengan Indonesia. Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir Tabung Haji Malaysia rutin mengadakan pertemuan dengan Misi Haji Indonesia guna melakukan sharing terkait penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam pertemuan kali ini, Dato Sri Syed Saleh mengungkapkan ada beberapa hal yang dipelajari oleh Tabung Haji Malaysia atas penyelenggaran haji yang dilakukan Misi Haji Indonesia, antara lain terkait masalah kesehatan haji, bimbingan ibadah haji dan penggunaan IT dalam pelayanan haji. (Feb)

Read previous post:
5 Pemabuk Keroyok Warga Secara Memmabi-buta

GAMPING (MERAPI)- Petugas Reskrim Polsek Gamping mengamankan tiga orang remaja mabuk yang terlibat kasus penganiayaan beserta pencurian. Dalam kondisi mabuk,

Close