Jemaah Diminta Kembalikan Kantong Kerikil

MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019  Jemaah lontar jumrah menggunakan kerikil
MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019
Jemaah lontar jumrah menggunakan kerikil

MAKKAH (MERAPI)- Jemaah haji Indonesia diminta mengembalikan kantong kerikil ke pihak maktab. Kantong tersebut sebelumnya dipergunakan guna membawa kerikil dari Muzdalifah.

Imbauan yang disampaikan PPIH Arab Saudi ini terkait selebaran dari Muassasah Asia Tenggara tentang adanya kesalahan penerjemahan yang tertulis di kantong kerikil jamarat tersebut.

“Pada kantong tersebut tertulis penerjemahan, ‘The Anthrax Gravel Bag’ yang artinya ‘kantong kerikil antraks’. Ini salah menerjemahkan,” kata Kadaker Makkah Subhan Cholid, Senin (19/8).

Hal tersebut menurut Subhan, dikhawatirkan akan menghambat jemaah bila masih membawa kantong tersebut saat ingin berpindah negara. “Maka, untuk kenyamanan saat berpindah negara, dimohon agar jemaah menyerahkan kantong itu kepada pihak maktab atau ketua kloter,” kata Subhan.

Subhan mengimbau masing-masing jemaah untuk menyerahkan kantong kerikil kepada ketua rombongan, yang kemudian akan menyerahkan kepada ketua kloter. Kantong kerikil yang terkumpul pada ketua kloter akan dikembalikan kepada pihak maktab.

“Tidak usah disimpan apa lagi dibawa pulang. Khawatir nanti malah menjadi hambatan saat pemeriksaan jemaah di bandara,” lanjut Subhan. (Feb)

Read previous post:
Kemarau, 148 Ha Lahan Padi di Sleman Puso

SLEMAN (MERAPI) - Seluas 148 hektare lahan pertanian di Kabupaten Sleman puso. Hal ini karena adanya kesalahan antisipasi yang dilakukan

Close