Banyak Jemaah Kelelahan, Renovasi Mina Mendesak Dilakukan

MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019  Jemaah haji Indonesia memadati jamarat di Mina
MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019
Jemaah haji Indonesia memadati jamarat di Mina

MINA (MERAPI)- Jarak tenda yang cukup jauh dari lokasi Jamarat untuk lontar jumrah menjadi kendala cukup besar yang dihadapi jemaah Indonesia. Belum lagi cuaca panas di Saudi Arabia menjadi tantangan lain.

Karena itulah, tidak sedikit jemaah haji Indonesia yang kelelahan sepanjang perjalanan menuju lontar jumrah maupun saat kembali ke tenda di Mina. Berdasar pantauan, di sejumlah pos khusus sepanjang jalur menuju jamarat termasuk di terowongan Mina, beberapa jemaah harus mendapatkan infus di pinggir jalan.

Peringatan banyak minum air putih terus disuarakan. Sejumlah petugas dari Saudi Arabia dan Indonesia juga terus menyemprotkan air ke jemaah di sepanjang perjalanan untuk menghindari heat stroke.

Direktur KKHI Madinah dr Amsyar Akil mengatakan, kebanyakan jemaah menderita heatstroke atau dehidrasi. Hal tersebut yang kemudian memicu komplikasi penyakit. “Kami rujuk ke RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi) akibat dehidrasi yang memicu komplikasi jantung,” kata Amsyar.

Amsyar mengimbau jemaah untuk melindungi diri dengan payung, masker, dan terus minum air putih. Dia juga menyarankan agar jemaah tua dengan risiko tinggi penyakit agar dibadalkan saja pelemparan jumrahnya.

Menag RI yang juga Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin juga melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Minggu (11/8) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Setelah itu Menag juga berkesempatan bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammad bin Salih Banten di Mina.

“Renovasi Mina menjadi kebutuhan dan semakin mendesak. Saya menyampaikan harapan kepada Menteri Haji Saudi agar tenda dan toilet di Mina dapat dibangun bertingkat,” ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam kesempatan tersebut Menag menyampaikan terima kasih atas pelayanan Pemerintah Arab Saudi yang semakin meningkat pada musim haji tahun ini. Tidak lupa, Menag mengapresiasi kelancaran lalu lintas menuju Arafah sehari jelang Wukuf. Demikian juga dengan kebersihan di Mina yang secara umum relatif membaik dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu Menteri Haji dan Umrah Saudi Arabia berjanji akan memperhatikan usulan Indonesia. Menurut Mohammad bin Salih Banten, Pemerintah Arab Saudi benar-benar menaruh perhatian serius kepada Indonesia karena jumlah jemaahnya terbesar di dunia. (Feb)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA/SUTARMI Warga kesulitan air besih sehingga harus berjalan hingga dua kilometer mencari air bersih.
Jual Ternak untuk Beli Air

RONGKOP (MERAPI) - Peternak di Kabupaten Gunungkidul terpaksa mulai menjual hewan ternaknya untuk membeli air bersih, akibat kemarau panjang yang

Close