Sempat Diguyur Hujan, Jutaan Muslim Sedunia Jalani Wukuf Arafah

MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019  Jemaah haji memanfaatkan prosesi wukuf dengan beragam aktivitas spiritual
MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019
Jemaah haji memanfaatkan prosesi wukuf dengan beragam aktivitas spiritual

MAKKAH (MERAPI)- Duduk bersimpuh, menundukkan pandangan jauh menghujam bumi sambil terus bertafakur muhasabah diri, jutaan umat muslim sedunia mengikuti prosesi wukuf di Padang Arafah sebagai rangkaian rukun puncak haji 1440H, Sabtu (10/8).

Sambil mendengarkan khutbah dilanjutkan dengan talbiyah, dzikir hingga doa bermunajat kepada Sang Khalik, jemaah haji khusuk dengan dirinya sendiri dan penciptanya. Bahkan banyak di antara mereka yang berlinangan air mata mengingat dosa dan kesalahannya serta dengan penuh harap dikabulkannya permohonan di hari paling makbul tersebut.

“Perbanyak talbiyah, salawat dan istighfar. Muhasabah diri dengan terus ingat pada Allah SWT,” ucap Konsultan Ibadah Daker Makkah Masrur Ainun Najib sela pelaksanaan wukuf.

Berdasar pantauan KR yang menjadi bagian Tim MCH 2019, 214.000 jemaah Indonesia larut dalam suasana khusyuk. Dalam khutbahnya naib Amirul Hajj KH Bunyamin Ruhiyat menjelaskan bahwa jemaah haji dan umrah merupakan tamu Allah SWT. Jika mereka berdoa, Allah SWT akan mengabulkan doa tersebut dan bila mereka memohon ampunan, Allah SWT akan mengampuni.

“Sebagai ungkapan kegembiraan memenuhi panggilan Allah SWT, jemaah haji disyari’atkan untuk memperbanyak bacaan talbiyah,” lanjutnya.

Selama melaksanakan ibadah haji, jemaah dianjurkan bahkan diperintahkan memperbanyak dzikir, mengingat Allah SWT. Dzikir merupakan media efektif menjalin komunikasi dengan Allah SWT. Dalam dzikir, manusia akan menemukan ketenangan dan kedamaian.

“Oleh karenanya, manfaatkan keberadaan di tempat-tempat dan waktu-waktu mustajab untuk berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT, untuk kebaikan diri, keluarga, bangsa dan negara,” jelas KH Bunyamin.

Sementara itu sesaat sebelum wukuf, hujan cukup deras mengguyur Arafah. Diawali dengan hembusan angin yang cukup kencang hingga menggetarkan tenda-tenda. Setelah itu langit makin gelap disertai gemuruh guntur di langit.

Begitu hujan turun, ucapan syukur dan keberkahan terlantun dari bibir jemaah. Meski mereka berhamburan mencari tempat teduh, ucapan syukur tidak henti-hentinya dilontarkan sambil terus menyebut kebesaran Allah SWT.

Memasuki waktu Maghrib, Sabtu (10/8) petang, jutaan jemaah termasuk lebih dari 200 ribu jemaah Indonesia mulai digerakkan ke Muzdalifah untuk bermalam. Berangsur, mereka memasuki kawasan Muzdalifah sambil mencari batu untuk lontar jumrah. Setelahnya jemaah digeser ke Mina untuk menjalani lontar jumrah Aqabah, Ula dan Wustha. (Feb)

Read previous post:
DESI 2 KALI COBA LOMPAT DARI JEMBATAN-Berniat Bunuh Diri Karena Merasa ‘Dipanggil’

BANTUL (MERAPI)- Hingga semalam belum jelas apa yang membuat Desi Retnosari (35) warga Sumber Tetes, Pathuk, Gunungkidul nekat berniat bunuh

Close