Jemaah Haji Diminta Siapkan Fisik Jelang Armuzna

MERAPI-FEBRIYANTO  Jemaah bersiap menuju Makkah dalam posisi berikhram
MERAPI-FEBRIYANTO
Jemaah bersiap menuju Makkah dalam posisi berikhram

MADINAH (MERAPI)- Mendekati masa puncak haji, jemaah dihimbau menjaga kondisi tubuhnya dengan tidak terlalu memforsir untuk kegiatan yang bersifat sunah. Akan lebih baik jika tenaga tersebut disimpan guna menghadapi acara puncak haji, yaitu pada 8, 9, 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

“Untuk jemaah yang datang dari Madinah ke Makkah, setelah umrah wajib sebaiknya banyak beristirahat di hotel. Sebab di hotel juga banyak kegiatan, seperti bimbngan ibadah maupun kegiatan promotif prefentif terkait menjaga kesehatan tubuh,” sebut Kadaker Madinah Akhmad Jauhari kepada tim Media Center Haji (MCH) 2019 di Kantor Utusan Haji (KUH) Indonesia, Madinah, Kamis (25/7).

Dijelaskan Jauhari, persiapan puncak haji berada di bawah kendali satuan operasional (satop) Armuzna, yang terbagi ke dalam tiga wilayah, yakni Satop Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada tiga satuan tersebut, nantinya seluruh PPIH Arab Saudi akan melebur di bawah komando Kasatop Armuzna. Namun demikian, ada beberapa tanggung jawab, seperti Arafah akan dikoordinasikan Kepala Daerah Kerja Bandara.

“Untuk Muzdalifah koordinasi Kadaker Makkah dan Satop Mina dikoordinasikan Daker Madinah. Namun demikian personil yang ada di masing-masing daerah melebur,” jelasnya.

Hal tersebut dikarenakan ada potensi permasalahan yang ada pada tiga daerah dengan paling berat ada di operasional Mina. Pasalnya di Mina ada mobilisasi jemaah dari tenda menuju jamarat, sementara untuk Arafah relatif tidak ada aktivitas yang signifikan.

“Di Arafah hanya berdiam di tenda untuk persiapan wukuf dan pelaksanaan wukuf pada 9 Dzulhijjah. Saat di Mina, ada pergerakan jemaah dari tenda menuju jamarat untuk melaksanakan Jumrah Aqabah. Sementara jarak tenda ke jamarat bervaariasi ada yang sampai 7 kilometer atau 4 kilometer pulang balik,” imbuhnya.

Tambahan kuota 10 ribu jemaah menjadikan jumlah jemaah haji Indonesia sangat besar sehingga perlu penanganan serius. Ada beberapa pos yang sudah ditetapkan, mulai dari Pos Mina 1, 2, 3, Pos Jamarat, Pos Aziziyah. Keberadaan pos ini untuk membantu ketika ada jemaah yang membutuhkan pertolongan.

Selain menempatkan petugas di pos, juga ada tim mobile cirisis, terdiri personel linjam, P3JH, TGC yang dilengkapi peralatan seperti kursi roda dan tandu. Jemaah yang sakit dapat dirujuk ke balai kesehatan dan klinik terdekat serta jika dimungkinkan dirujuk ke KKHI.

“Untuk fase Armuzna, jemaah diberangkatkan 8 Dzulhijjah (9 Agustus) serta terakhir di Mina pada 13 Dzulhijjah (14 Agustus),” ucap Jauhari. (Feb)

Read previous post:
Sensasi Balap Sepeda 290 Km Tour de Kepri 2019

TANJUNGPINANG (HARIAN MERAPI)– Kepulauan Riau (Kepri) semakin mempertegas statusnya sebagai destinasi sport tourism. Banyak event olahraga kelas internasional yang digelar

Close