Satu Jemaah Embarkasi Solo Meninggal

MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019 Tim Gerak Cepat (TGC) PPIH Arab Saudi memberikan pendampingan pada jemaah lansia.
MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019
Tim Gerak Cepat (TGC) PPIH Arab Saudi memberikan pendampingan pada jemaah lansia.

MADINAH (MERAPI)- Jemaah haji Indonesia Embarkasi Solo (SOC) 2 bernama Sumiyatun Sawi Krama (56) meninggal dunia di dalam pesawat karena serangan jantung saat menuju ke Tanah Suci, Minggu (7/7) sore.

Warga Desa Godog Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo tersebut tergabung dalam rombongan 5 kloter 2 Embarkasi Solo (SOC). Ketua Kloter 2 SOC Lasimin menyebut, Sumiyatun masuk asrama haji dalam keadaan sehat. Namun setelah diperiksa dokter, diketahui Sumiyatun mengidap penyakit diabetes.

“Saat diperiksa, dokter menemukan ada penyakit gula,” kata Lasimin kepada wartawan, Senin (8/7).

Saat masuk pesawat diketahui Sumiyatun dalam keadaan sehat. Termasuk ketika diberikan makan pertama di pesawat juga dikonsumsi. Sekitar 50 menit sebelum mendarat, tiba-tiba Sumiyatun muntah dan saat diperiksa dokter di pesawat kondisinya langsung drop.

“Lemes, setelah itu meninggal dunia. Prosesnya cepat tidak sampai 10 menit,” kata Lasimin.

Kabar duka ini sendiri telah disampaikan kepada keluarga Sumiyatun di Sukoharjo. Jenazah Sumiyatun dimakamkan di Madinah usai Salat Subuh.

Selain itu mengutip data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Siskohat, hingga Senin (8/7) pagi WAS, sebanyak 8.337 jemaah haji Indonesia telah tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz Madinah. Mereka berasal dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Jakarta Bekasi, Surabaya, Solo, Batam, Ujung Pandang, Padang dan Palembang.

Dari jumlah tersebut, lima kloter dari dua embarkasi mendapatkan fasilitas fast track atau jalur cepat keimigrasian pada saat kedatangan di Bandara Madinah. Dengan layanan ini, jemaah dapat menghemat waktu setibanya di bandara tujuan sekitar 30-90 menit. Pasalnya proses pre departure clearence atau pemeriksaan dokumen keimigrasian, seperti visa dan paspor sudah dilakukan sejak di bandara asal jemaah.

“Jumlah jemaah yang menerima layanan fast track ada 70 ribuan,” kata Kepala Daker Bandara, Arsyad Hidayat.

Pemerintah Arab Saudi sendiri berdasar informasi memberikan fasilitas fast track bagi 225.000 jemaah haji dari lima negara. Selain Indonesia, ada juga Malaysia, Pakistan, Bangladesh dan Tunisia. Mereka yang mendapat fasilitas ini keluar dari gate khusus fast track yang telah disiapkan di sisi barat Bandara Madinah.

Konsul Haji dan Umroh KJRI Jeddah, Endang Djumali menambahkan, saat ini fast track hanya terfokus untuk Embarkasi Jakarta. Embarkasi lainnya masih belum bisa diterapkan lantaran adanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

Hanya saja untuk saat ini yang bisa diberikan sementara yakni semi fast track. Jemaah haji masih harus melalui proses imigrasi, tapi tidak mengurus bagasi. Koper jemaah ditangani Maktab Wukala dan akan langsung diantarkan ke hotel. (Feb)

Read previous post:
SARASEHAN HARI JADI BANTUL: Danais Digadang Mampu Sejahterakan Masyarakat

BANTUL (MERAPI) - Tahun ini DIY mendapat gelontoran dana keistimewaan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,2 Trilliun. Meski tidak sebanyak

Close