Perpustakaan Pakualaman Pamerkan Manuskrip Kiai Alquran

Bagus Febriyanto (MERAPI-TEGUH PRIYONO)

PAKUALAMAN (MERAPI) – Hasanah Islam di Kadipaten Pakualaman memiliki sejarah tersendiri sebagai salah satu pewaris kejayaan dinasti Mataram Islam. Pura Pakualaman memiliki banyak peninggalan naskah dan manuskrip yang memiliki nilai sejarah dan tersimpan di Perpustakaan Widyapustaka Kadipaten Pakualaman.

Dalam rangkaian dengan bulan suci Ramadan Perpustakaan Widyapustaka bekerjasama dengan Komunitas Jagongan Naskah (Jangka) akan menggelar Pameran Manuskrip Alquran yang memiliki usia ratusan tahun selama dua hari dari Sabtu-Minggu (18-19/5) di Gedung Danawara Pura Pakualaman Yogyakarta.

Sejumlah manuskrip Alquran yang selama ini menjadi salah satu pusaka Kadipaten Pakualaman yaitu Kiai Alquran akan ikut ditampilkan. Menurut Ketua Jangka Muhammad Bagus Feriyanto SS MHum, selain naskah koleksi Perpustakaan Widyapustaka akan ikut ditampilkan juga manuskrip Alquran yang selama ini tersimpan di masjid Agung Pakualaman yang diperkirakan ditulis pada masa PA I sekitar tahun 1814.

“Ada sejumlah manuskrip yang secara kebetulan ditemukan di Masjid Agung Pakualaman yang unik, yaitu Alquran dengan tulisan tangan dan dibawah ayat langsung tertulis terjemahannya dalam bahasa Jawa dengan huruf pegon,” tutur Bagus kepada Merapi di Perustakaan Widyapustaka, Rabu (15/5).

Dijelaskan pemilik nama paringan Dalem Mas Ngabehi Citropanambang ini, ditemukannya sejumlah manuskrip di Masjid Agung Pakualaman nantinya akan semakin menambah koleksi Perpustaan Widyapustaka. Pasti ada nilai historis yang dimiliki oleh manuskrip yang diperkirakan ditulis pada masa PA I dan ditulis Kiai Bakir. Kalau melihat catatan yang ada pada manuskrip itu, begitu menurut Bagus, ada informasi pada waktu tahun 1964 usia manuskrip itu sudah berusia 150 tahun.

“Sehingga kalau kita tarik mundur ke belakang kemungkinan manuskrip tulisan tangan kiai Bakir ini dibuat pada tahun 1814 bertepatan denganm dua tahun berdirinya Kadipaten Pakualaman,” tandasnya.

Karena ini satu-satunya manuskrip Alquran yang memiliki terjemahan, sehingga penulisannya pun tidak dalam satu jilid kitab. Ada tiga jilid kitab yang masing-masing terdiri 10 juz, jilid pertama berisi juz I hingga juz 11, jilid kedua dari juz 11 sampai juz 19 dan jilid ketiga dari juz 19 sampai juz 30. (C-3)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pembekalan Program Relawan Bagi Murid SD Kalam Kudus Jatimulyo

SETELAH menempuh ujian akhir sekolah biasanya anak-anak kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki banyak waktu luang. Untuk mengisi waktu luang, biasanya

Close