Pasar Sehati Kampanyekan Produk Alami

Salah satu stan peserta Pasar Sehati. (MERAPI-SULISTYANTO)

KEGIATAN jual beli produk-produk berbahan alami kini bermunculan di masyarakat. Terutama produk kuliner hasil pertanian yang tidak menggunakan bahan pengawet maupun pewarna dan pemanis sintetis.

Salah satunya Pasar Sehat Hasil Tani(Sehati) di Kebun Anggrek Tajem dan Caping Merapi di NgemplakSleman. Keberadaan pasar yang diadakan oleh kelompok bernama Jogja for Nusantara memberikan pilihan produk sehat bagi masyarakat dalam satu tempat.

Menurut salah satu panitia Pasar Sehati, Dyah Paramastuti (Utik),
sekitar 47 stan baik sifatnya perseorangan sampai kelompok
berpartisipasi pada even ini. Mayoritas stan menampilkan aneka olahan hasil pertanian bersifat alami dan sehat. Namun ada pula yang membawa bibit tanaman, termasuk tanaman berkhasiat obat. Bahkan dalam satu stan ada yang dipakai lebih satu orang, sehingga tersedia tak hanya satu jenis produk.

“Produk makanan dan minuman olahan hasil pertanian secara umum yang tersedia tak menggunakan bahan-bahan seperti pengawet, pewarna maupun pemanis sintetis. Di antaranya makanan-minuman tradisional, ala angkringan, kupat tahu, dawet, olahan susu sapi serta kambing,
rimpang empon-empon, kopi, cokelat dan pisang,” jelas Utik di sela kegiatan Pasar Sehati pada Sabtu sampai Selasa (2-5/2).

Ditambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan bisa rutin dilaksanakan, misalnya sebulan sekali. Selain yang untuk umum dapat juga menggelar model spesial, antara lain lebih ditujukan kepada anak-anak lalu dibarengi dengan pelatihan terkait pertanian, seperti dari membuat bibit, memperbanyak tanaman, membuat media tanam sampai perawatan tanaman.

Melalui kegiatan itu juga menjadi ajang untuk mempertemukan para petani maupun UMKM di bidang pertanian,peternakan serta aneka olahannya dengan konsumen langsung. Dengan harapan hasil pertanian mempunyai harga lebih layak dan pendapatan petani meningkat.

Mengingat selama ini masalah mendasar petani di Indonesia adalah harga jual produk yang kurang layak. Akibatnya masih banyak petani belum bisa sejahtera padahal petani merupakan ujung tombak penghasil bahan pangan. Lain halnya dengan kegiatan reguler di kompleks kebun anggrek, yakni penjualan tanamana atau bibit aneka jenis anggrek serta tanaman hias. Tak ketinggalan aneka pendukung pertanian, seperti pot, pupuk, media tanam dan obat-obatan.

“Perintis kebun anggrek di sini, ibu saya sudah sekitar 20 tahun yang lalu dengan menyewa tanah kas desa. Selain tersedia anggrek juga ada tanaman-tanaman hias. Sedangkan di kompleks Caping Merapi, ada juga tanaman buah dan sayur,” ucapnya.

Salah satu peserta Pasar Sehati, Wahyu merasa senang produk yang dijual, yakni burger tempe bisa laris terbeli konsumen. Selain dapat dimakan di tempat, sudah disediakan meja-kursi, bisa juga dibungkus untuk dibawa pulang. Ketika dimakan di tempat, bahkan bisa pesan sekalian minuman tradisional jenis dawet. Bahkan dapat memesan juga makanan lebih mengenyangkan seperti kupat tahu ataupun soto, kebetulan stannya berdekatan.

“Kegiatan seperti ini semoga bisa rutin terlaksana, apalagi bisa
sebagai ajang kampanye produk sehat dan alami. Ditambah lagi
masyarakat tak perlu membayar untuk bisa masuk ke kawasan Kebun
Anggrek maupun Caping Merapi,” urai Wahyu. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Duta Wisata Promosikan Potensi Subosukowonosraten

KARANGANYAR (MERAPI) - Promosi keunggulan Subosukowonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Klaten) tersaji di Pesona Soloraya di Palur Plaza,

Close