WARUNG REKRETIF KOBOI CENGENG – Bersantap Sambil Selfie Ala Koboi

Salah satu spot foto di Warung Koboi Cengeng yang ditata dan dilengkapi perlengkapan ala koboi
Salah satu spot foto di Warung Koboi Cengeng yang ditata dan dilengkapi perlengkapan ala koboi

Menikmati masakan di sebuah restoran atau warung menjadi hal biasa bagi sebagian orang. Namun, apa jadinya jika menikmati masakan ‘ndeso’ atau masakan rumahan sembari melihat kuda pacu. Tak hanya sekedar menikmati hidangan rumahan, pengunjung juga bisa berfoto khas koboi lengkap dengan kostum, topi hingga pistol sambil menunggang kuda.
Adalah Warung Koboi Cengeng yang menyuguhkan lezatnya masakan rumahan dipadukan dengan pemandangan nan asri lengkap dengan kuda pacunya. Warung ini terletak di tengah sawah kawasan Jalan Monumen Perjuangan, Tamanan, Kabupaten Bantul.
Hermawan Budi Susanto (42), pemilik Warung Koboi Cengeng mengaku, ide membuka usaha kuliner unik ini terinspirasi dari Rumah Berkuda yang berada tepat disamping Warung Koboi Cengeng. Bersama MC Humor, Dibyo Primus, dirinya mengusung konsep warung rekreatif ala koboi dengan memanfaatkan kandang kuda tersebut.
“Sebenarnya warung ini merespon Rumah Berkuda yang ada disamping itu. Dari situ Dibyo memberi nama Warung Koboi Cengeng dengan tagline Jangan Kampungan. Jadi pengunjung bisa menikmati masakan kampung sembari melihat orang bermain kuda tunggang serasi, atau mereka juga bisa naik kuda sambil foto-foto,” terang Hermawan saat ditemui Kamis (4/1) sore.
Sesuai dengan namanya, suasana Koboi melengkapi lingkungan warung ini. Meja kursi kayu, tempat foto selfie ala koboi yang sekaligus panggung live musik. Aksesoris bernuansa koboi yang disediakan seperti roda pedati, topi laken, pistol, maupun asbak patung kuda. Tak hanya itu, sebuah kandang kuda beserta arena tunggang serasi ada di samping Warung Koboi Cengeng ini.
“Kami tambahkan spot foto serta aksesoris khas koboi agar lebih menarik dan mendukung konsep sebagai warung rekreatif,” ujarnya.
Warung unik ini mengusung tagline ‘Jangan Kampungan’. Menurut Hermawan Budi Susanto (42), pemilik Warung Koboi Cengeng, Jangan Kampungan merupakan kalimat dalam bahasa Jawa yang artinya sayur atau lauk rumahan. Hal itu karena selain mengusung ala koboi, warung ini juga menyajikan masakan kampungan dengan sayur asem daun dondong sebagai menu andalan.
“Jangan Kampungan itu artinya bukan sebenarnya. Jadi Jangan itu adalah bahasa jawa yang artinya sayur untuk makan. Ada beberapa sayur yang kita jajakan, karena memang itu menu andalan kami. Salah satunya sayur asem daun kedondong,” tutur Hermawan.
Menurutnya daun kedondong ini memunculkan sensasi kecut segar saat digigit. Itu karena daun kedondong itu rasanya mirip seperti buah dondong, sehingga rasa sayur asemnya menjadi lebih terasa. Kesegaran sayur dengan aneka isi seperti terong, kacang panjang, dan labu siam ini akan semakin nikmat jika disantap dengan sambal tetasi dan ikan asin.
“Sayur asem mengunakan daun kedondong banyak ditemui dikawasan Cepu, Jawa Tengah. Karena masyarakat Yogya lebih suka masakan dengan cita rasa manis maka kami coba tambahkan bahan lain agar rasanya manisnya keluar, ” urainya.
Selain sayur asem, sayur lainnya yang disajikan di Warung Koboi ini adalah oseng bunga pepaya, oseng daun pepaya, oseng tempe, oseng kikil, lodeh daun kacang panjang, lodeh kluwih dan berbagai sayur kampungan lainnya. Tak hanya sayur, lauk-lauk kampungan pun tersedia di Warung Koboi Cengeng ini, antara lain tahu goreng, tempe garit, ayam goreng dan telur asin.
Hermawan menambahkan, Warung Koboi Cengeng yang dibuka enam bulan lalu telah menarik perhatian masyarakat, baik domestik maupun manca negara. Warung yang buka setiap hari kecuali hari Jumat ini paling banyak dikunjungi saat akhir pekan tiba atau saat hari libur. Saat sore hari adalah waktu paling tepat untuk menikmati kuda pacu sekaligus mendapatkan foto cantik berlatar hamparan sawah hijau serta gunung merapi jika kondisi cerah.
“Memang konsep kami warung rekreatif, jadi kami masih akan terus kembangkan untuk paket-paket wisatanya. Karena disekitar sini banyak tempat wisata potensial untuk dikembangkan. Sedangkan untuk menu, kami tetap akan menyajikan masakan kampung karena itu ciri khas kami. Selain itu, kami juga berharap dimana ada Rumah Berkuda disitu ada Warung Koboi Cengeng,” pungkas Hermawan. (C-2)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Warga berebut gunungan ketupat rangkaian upacara adat Nggumbregi di Dusun Karanggede
UPACARA ADAT NGGUMBREGI – Berharap Berkah, Kambing Diajak Santap Ketupat

GUNUNGAN ketupat dan pelas tawon menjadi ikon khusus dalam upacara adat bertajuk Nggumbregi yang digelar warga Dusun Karanggede, Desa Jatimulyo,

Close