• Rabu, 5 Oktober 2022

Mana lebih lelah, bekerja di dalam ruangan atau di luar ruangan?

- Jumat, 23 September 2022 | 19:50 WIB
Ilustrasi - Burnout. ( ANTARA/Nataliya Vaitkevich dari Pexels)
Ilustrasi - Burnout. ( ANTARA/Nataliya Vaitkevich dari Pexels)

HARIAN MERAPI - Masyarakat masih beranggapan bahwa bekerja di dalam ruangan tidak selelah dibanding bekerja di lapangan yang mengandalkan energi fisik.

Padahal, kata Psikolog klinis dewasa Nirmala Ika Kusumaningrum, M.Psi., Psikolog, anggapan tersebut keliru.

“Bukan dilihat di mana (lokasi) pekerjaannya. Burnout bisa terjadi pada pekerjaan apapun. Termasuk misalnya pada jurnalis, sangat mungkin. Padahal kan bisa dibilang kerja jurnalis bisa di ruangan atau bisa di lapangan,” kata psikolog lulusan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Pasangan sulit punya anak mendapat keajaiban bisa hamil setelah menolong sidat berwana perak

Psikolog klinis lulusan dari Universitas Indonesia (UI) Muthmainah Mufidah, M.Psi., Psikolog juga mengatakan baik pekerja kantoran maupun lapangan keduanya sama-sama menguras energi.

Pekerja kantoran maupun pekerja lapangan sama-sama memiliki potensi untuk mengalami burnout atau kelelahan secara fisik, mental, serta emosi dalam bekerja.

“Bekerja dengan pikiran maupun fisik bisa sama beratnya. Pekerjaan yang melelahkan secara pikiran bisa berdampak ke fisik, perasaan, maupun tindakan kita. Jadi wajar jika ada kelelahan fisik meski merasa pekerjaannya tidak banyak bergerak atau di dalam ruangan saja,” kata Mufidah dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu Nirmala mengatakan bahwa tingkat kelelahan tidak bisa dilihat hanya dari jenis dan lokasi pekerjaannya saja, melainkan juga lingkungan yang membentuk budaya kerja.

Baca Juga: Kejahatan luar biasa di Carolina, Pak Tucker gila seluruh anggota keluarga dibantai dan mayatnya disimpan

Sebagai contoh pekerja kantoran di perkotaan tidak terlepas dari relasi dengan atasan serta rekan kerja yang mungkin bisa menguras energi, apalagi jika budaya kerja lebih condong mengutamakan persaingan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X