• Senin, 23 Mei 2022

Prof Tjandra Yoga Aditama : New Normal Harus jadi Now Normal. Begini Penjelasannya

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 16:20 WIB
Mengenakan masker sebagai salah satu protokol kesehatan dalam mencegah diri terkena COVID-19 ( ANTARA/Pixabay)
Mengenakan masker sebagai salah satu protokol kesehatan dalam mencegah diri terkena COVID-19 ( ANTARA/Pixabay)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Kebiasaan new normal salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat harus menjadi now normal demi mengendalikan kasus Covid-19 yang sempat mengalami kenaikan pada beberapa waktu terakhir.

"Kenaikan kasus Covid-19 lebih dari 2000 di hari-hari ini jelas harus dikendalikan dengan effort tambahan. Protokol kesehatan bukan hanya diterapkan saja tetapi harus lebih ketat lagi. Kebiasaan new normal harus menjadi now normal," ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, melalui pesan elektroniknya, Sabtu (22/1/2022).

Prof. Tjandra yang kini menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu menekankan pentingnya orang-orang melakukan upaya tambahan pada masa kini, salah satunya terkait imbauan bekerja dari rumah (work from home) yang perlu diikuti dengan implementasi aturan langsung di lapangan.

Baca Juga: Banyak Khasiat Kesehatan Tanaman Sisik Naga, Salah Satunya untuk Obat Sariawan

Selain itu, terkait pembelajaran tatap muka di sekolah, menurut dia, perlu pertimbangan matang apakah tetap berlangsung 100 persen atau diturunkan menjadi 75 persen.

Upaya lainnya yakni lebih meningkatkan lagi tes dan telusur, termasuk meningkatkan ketersediaan PCR dan lainnya.

"Juga perlu ditingkatkan penelusuran kasus secara masif pada kejadian transmisi lokal yang sudah ratusan orang itu, baik telusur ke depan kepada siapa mereka menularkan dan juga telusur ke belakang dari mana mereka tertular," kata Prof. Tjandra.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Hujan Lebat Hari Ini

Di sisi lain, vaksinasi juga tetap perlu digencarkan baik dua dosis utama maupun dosis ketiga atau booster. Data dari Kementerian Kesehatan pada 22 Januari 2022 memperlihatkan sebanyak 86,77 persen penduduk Indonesia mendapatkan vaksin dosis pertama dan 59,43 persen dosis kedua.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X