• Sabtu, 28 Mei 2022

Jangan Pajang Foto Selfie Pakai KTP di NFT, Ini Bahayanya

- Selasa, 18 Januari 2022 | 08:30 WIB
Ilustrasi - Warga ketika mengurus pergantian KTP di kantor Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Jalan S Parman, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (13/8/2021).  (ANTARA/Walda)
Ilustrasi - Warga ketika mengurus pergantian KTP di kantor Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Jalan S Parman, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (13/8/2021). (ANTARA/Walda)

JAKARTA, harianmerapi.com -  Fenomena selfie atau swafoto dengan identitas KTP untuk ditransaksikan menjadi Non-Fungible Token atau NFT sangat berbahaya. Secara etika juga tidak dapat dibenarkan untuk diperjualbelikan dalam bentuk apapun.

"Fenomena swafoto dengan KTP menjadi NFT merupakan hal yang tidak lazim, karena kita tahu bahwa KTP itu kan secara etika tidak bisa dibagikan dan diperjualbelikan. Sangat berbahaya jika data pribadi diperjualbelikan melalui media apapun, termasuk lewat NFT," kata Head of TokoMall Thelvia Vennieta, Selasa (18/1/2022).

Adapun NFT menjadi sebuah perbincangan hangat warganet Indonesia setelah berita seorang pemuda bernama Ghozali Ghozalu yang menjadi viral karena kebiasannya melakukan swafoto dan diunggah di marketplace NFT, OpenSea, dan menghasilkan uang dari sana.

Baca Juga: Apa itu NFT? Pengertian dan Cara Kerja Nonfungible Token yang Buat Ghozali Everyday Raup Cuan Milliaran Rupiah

Namun, tak lama muncul sejumlah "karya" yang diperjualbelikan adalah swafoto dengan membawa KTP, yang sangat berbahaya bagi keamanan digital masyarakat.

Menanggapi dua fenomena tersebut, Thelvia mengatakan, "Ghozali effect menurut saya mampu menambah awareness dan popularitas NFT di masyarakat Indonesia, namun sayangnya ada penyalahgunaan momentum pasca NFT foto selfie ini laku di pasaran."

"Di sini semakin memperlihatkan bahwa masih adanya gap antara awareness dan pemahaman masyarakat akan NFT tersebut," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Inilah Foto-foto NFT Mahal Milik Ghozali Everyday yang Bikin Heboh Karena Hasilkan Rp 8 Miliar di OpenSea

Lebih lanjut, Thelvia mengatakan edukasi kepada masyarakat yang dibutuhkan saat ini tidak hanya pada teknologi atau industrinya, tetapi juga kebiasaan (human behaviour) secara mendasar atas apa hal-hal yang layak dibagikan kepada umum dan tidak.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Membuat Kata Sandi yang Aman dan Kuat

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:40 WIB
X