• Minggu, 23 Januari 2022

Pemakaian Pembayaran Digital Meningkat Pesat, Ini Tips Agar Aman

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:15 WIB
Ilustrasi - Seorang pelanggan Telkomsel melakukan pembayaran dengan dompet digital di aplikasi MyTelkomsel.  (ANTARA/HO-Telkomsel/am.)
Ilustrasi - Seorang pelanggan Telkomsel melakukan pembayaran dengan dompet digital di aplikasi MyTelkomsel. (ANTARA/HO-Telkomsel/am.)

harianmerapi.com - Masih ada sebagian masyarakat yang takut menggunakan pembayaran digital. Padahal menurut hasil penelitian terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky menunjukkan, penggunaan pembayaran digital di Asia Pasifik tumbuh dengan pesat selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil riset "Mapping a Secure Path for The Future of Digital Payments in APAC", yang dikutip dari siaran pers, Sabtu (16/10/2021), menunjukkan sebagian besar responden atau sebanyak 90 persen, menggunakan aplikasi pembayaran digital setidaknya sekali dalam setahun terakhir.

Hampir dua dari 10 orang, 15 persen, baru menggunakan pembayaran digital ketika pandemi.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 30: Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya

Dari temuan Kaspersky, persentase pengguna uang elektronik baru di Indonesia mencapai 13 persen, setara dengan Thailand. Filipina menjadi yang tertinggi yaitu 37 persen.

Riset tersebut menunjukkan uang tunai masih menjadi primadona untuk transaksi di Asia Pasifik, namun pertumbuhan penggunaan pembayaran digital juga menggembirakan.

Para responden menilai pembayaran digital membantu mereka menjaga jarak fisik (45 persen) dan ini satu-satunya cara bertransaksi ketika sedang karantina wilayah (36 persen).

Baca Juga: Kegiatan Susur Sungai Harus Dievaluasi

Tapi, masih ada pengguna yang takut kehilangan uang (48 persen) dan takut menyimpan data keuangan secara online (41 persen).

Responden lain menyebutkan pembayaran digital ini terlalu merepotkan (26 persen) atau perangkat pribadi mereka tidak terlalu aman (25 persen).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X