• Minggu, 17 Oktober 2021

Varian C.1.2 Tak Lebih Berbahaya dari Varian VoI, VoC, Ini Penjelasan Peneliti dari BRIN

- Jumat, 17 September 2021 | 11:37 WIB
 Ilustrasi - Delta sel virus corona(covid-19) makro dan varian minat MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.COVID 19 Delta plus,varian MU,Coronavirus bermutasi Pandemi penyakit flu SARS-CoV-2.  (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi - Delta sel virus corona(covid-19) makro dan varian minat MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.COVID 19 Delta plus,varian MU,Coronavirus bermutasi Pandemi penyakit flu SARS-CoV-2. (ANTARA/Shutterstock)


JAKARTA, harianmerapi.com - Varian C.1.2 virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ternyata tidak lebih berbahaya dari variants of interest (VoI) atau variants of concern (VoC) yang sudah diklasifikasikan Badan Kesehatan Dunia.


Hal ini disampaikan peneliti mikrobiologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sugiyono Saputra kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (17/9/2021).


"Varian C.1.2 statusnya saat ini adalah alerts for further monitoring sejak 1 September 2021 dan sebetulnya boleh dikatakan tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan varian yang sudah diklasifikasikan sebagai VoI/VoC," kata Sugiyono Saputra.

Baca Juga: Jika Anda Hendak Donor Darah, Ini Antara Lain Syaratnya, Hb Normal dan Jangan Begadang

Hingga sekarang ini, katanya, varian yang masuk daftar VoI adalah varian eta, iota, kappa, lambda dan mu. Sementara varian yang masuk dalam VoC adalah alpha, beta, gamma, dan delta.

Sugiyono yang merupakan Ketua Tim Whole Genom Sequencing (WGS) SARS-CoV-2 di Pusat Riset Biologi BRIN menuturkan varian C.1.2 memang memiliki perubahan material genetik yang diduga dapat mempengaruhi karakteristik virus, seperti mutasi pada protein spike yang berhubungan dengan tingkat penularan atau transmisi dan penurunan efektivitas vaksin atau terapi.

"Tetapi sekali lagi tidak perlu panik berlebihan karena walau varian ini memiliki mutasi-mutasi kunci, bukti dampak fenotipik atau epidemiologisnya sebetulnya belum jelas," ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Bonus Rp 5,5 Miliar Kepada Peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020

Sugiyono mengatakan masih perlu pemantauan lebih lanjut sambil menunggu bukti ilmiah baru terkait karakteristik varian C.1.2.

"Semoga saja tidak semakin berkembang dan tidak dinaikkan statusnya oleh WHO menjadi VoI/VoC," ujarnya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tingkatkan Produksi Ayam Kampung dengan Kawin Silang

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:35 WIB

Cara Mudah Mengecilkan Foto di HP

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 16:25 WIB
X