Kiat Bikin Kopi Jos Lebih Mantap

Proses menggoreng sangrai bubuk biji kopi.(MERAPI-SULISTYANTO)

ANEKA jenis minuman berbahan alami tetap dicari konsumen, meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Satu di antaranya minuman kopi yang ditambah arang (sudah dibakar) atau sering disebut kopi jos.
Kopi ini banyak yang meyakini ada manfaat kesehatannya tak jauh beda dengan minuman berbahan empon-empon. Adapun untuk membuat kopi jos agar mempunyai rasa dan aroma lebih mantap, ada beberapa kiat perlu diterapkan. Seperti halnya diungkap Dani Wicaksana salah satu juru seduh kopi di Kopi Kalen kompleks kuliner Iwak Kalen Sumilir kawasan Nogotirto Sleman.

“Kualitas kayu arangnya sebaiknya dicari yang mempunyai kualitas bagus, syukur sudah benar-benar kering, sehingga ketika dibakar sampai menjadi bara api tak butuh waktu lama,” ungkap Dani kepada Merapi, baru-baru ini.

Selain kualitas arang, sebutnya, setelah biji kopi digiling atau sudah menjadi wujud bubuk lalu digoreng sangrai dahulu. Proses goreng sangrainya beberapa saat sampai keluar aroma sedap dari bubuk biji kopi tersebut. Dengan proses sangrai diharapkan juga lebih mematangkan kopi yang sudah digiling, bahkan bisa menghindarkan dari adanya jamur.

Setelah tahapan menggoreng sangrai selesai, dilanjutkan pemberian air. Pihaknya biasa menggunakan air kisaran 120 mililiter setiap 15 gram biji kopi yang digiling. Perebusan dilakukan sampai mendidih, diaduk-aduk sejenak sampai bubuk kopi tercampur rata dengan air. Selanjutnya diberi gula, yakni bisa menggunakan gula pasir antara dua sampai tiga sendok. Ada pula konsumen yang menghendaki tanpa gula, atau gulanya disajikan secara tersendiri dengan kopi jos.

“Kopi yang sudah dituang di gelas, baru diberi arang yang sudah membara. Jadi, ketika merebus kopi sudah menyiapkan juga arang yang dibakar,” urai Dani.

Proses pembakaran arang, lanjutnya, ada yang cukup menerapkan di panggang di kompor gas. Namun, ada pula yang menggunakan tungku dengan bahan bakar arang, misalnya biasa diterapkan di angkringan yang memiliki ciri khas ada tiga ceret dan tungku berbahan arangnya selalu menyala. Sedangkan di tempatnya biasa dibakar menggunakan nyala dari kompor gas.

Ditambahkan, selain kopi jos jenis kopi klothok juga banyak diminati konsumen. Proses pembuatan kopi klothok sama dengan kopi jos, hanya saja waktu disajikan tak perlu ditambah arang. Adapun jenis kopi lain misalnya ada kopi Lampung dan Lanang (masuk kelompok robusta). Lalu kopi Toraja, Flores, Kintamani dan Gayo (masuk kelompok arabica). (Yan)

Read previous post:
Janda Tiga Anak Nyuri HP Anak Kos

NGEMPLAK (MERAPI) - Berdalih butuh uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, janda dengan tiga orang anak berinisial PW (31) asal Temanggung

Close