Menikmati Sensasi Kriuk Soto Kletuk di Lereng Lawu

Soto kletuk khas Blora di Jenawi. (Merapi-Abdul Alim)

SOTO rempah berkuah khas Blora mulai digemari warga lereng Lawu di wilayah Jenawi, Karanganyar. Bukan hanya citarasanya yang khas, namun juga sensasi kriuk potongan singkong goreng garing.

Topping nasi soto tersebut sudah diakrabi masyarakat Kabupaten Blora. Namun kurang dikenal di Solo dan sekitarnya. Anis Widya, pemilik Kedai Kopi Terrace menjajal kuliner khas Kota Jati itu berhasil memantik selera baru warga Karanganyar, khususnya di Jenawi, dalam menikmati nasi soto.

“Soto di Solo dan sekitarnya, biasanya berkuah bening dan tanpa topping. Paling hanya bertabur bawang goreng. Saya mencoba menyajikan nasi soto kletuk khas Blora. Topping potongan singkong goreng garing. Sensaninya mak kletuk. Maka dari itu dinamakan Nasi Soto Kletuk,” kata Anis yang mengaku kelahiran Kabupaten Blora ini.

Anis menetap di Jenawi karena mengikuti suaminya. Belum dua tahun ia pindah dari Blora ke Karanganyar. Awalnya, ia membuka warung kopi yang buka sore hingga malam hari. Lalu, ia mencoba peruntungan dengan menambah menu santapan pagi. Pertimbangannya, belum banyak warung menyajikan menu soto di wilayah tersebut.

Dari semula hanya laku beberapa porsi, kini warungnya mampu menjual sampai 25 porsi hanya di pagi hari. Ia juga melayani pesanan soto bagi tamu di sore dan malam hari yang notabene penikmat kopi.
“Alhamdulilah banyak yang suka,” katanya.

Kuah soto kletuk berwarna keruh karena rendaman pala dan kunyit. Semangkuk Soto Kletuk berisi nasi, mi sohun, potongan telur rebus, potongan daging ayam, tauge dan taburan daun seledri. Potongan singkong goreng garing bentuk dadu menyempurnakan soto kletuk. Saat dikunyah, suaranya kletuk-kletuk. Rasanya segar dan menghangatkan badan saat disantap selagi belum dingin.

“Singkong kletuknya tidak sekadar digoreng. Tapi dibuat getuk dulu lalu dipipihkan dan dipotong dadu kecil. Baru kemudian dijemur sampai benar-benar kering. Lalu digoreng. Setelah matang ditaburkan di dalam mangkuk soto,” kata Anis.
Kedai ini terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar dengan Sragen di sisi utara. Biasanya, wisatawan menyempatkan diri mengisi perut setelah lelah dari perjalanan ke sejumlah obyek wisata di lereng Lawu. (Lim)

Read previous post:
Bahtera Embung Blubuk Jadi Spot Favorit Wisatawan

KULONPROGO kini punya objek wisata baru yang bisa dijadikan tempat melepas lelah dengan biaya murah, yakni Embung Blubuk. Objek wisata

Close