Berburu Jenang Legendaris di Pasar Lempuyangan

EMPAT panci berisi berbagi jenang diletakan di meja lapak dalam Pasar Lempuyangan Yogyakarta. Ada jenang gempol, jenang grendul, jenang sumsum, jenang candil, jenang sumsum manis dan monte. Di belakang meja itu Gesti tampak sibuk melayani para pembeli yang sedang antri membeli jenang. Ya berburu jenang di Pasar Lempuyangan menjadi pilihan bagi pecinta jenang.

Pembeli bisa mencicipi jenang gempol bu Gesti ini di dalam pasar Lempuyangan sisi selatan, dari pintu masuk pasar belok ke kiri kemudian ke kanan. Diharapkan jangan datang terlalu siang karena antriannya lumayan banyak serta tak kehabisan.

Salah satu pembeli, jenang gempol, Rina mengaku sudah langganan sejak tahun 60-an. “Waktu itu saya masih kecil dan yang berjualan masih ibunya, rasa jenangnya ngga berubah, enak, masih seperti yang dulu,” ujar Rina, di sela membeli jenang kemarin.

Sedangkan Ani, seorang pembeli jenang lainya mengatakan baru pertama kali membeli jenang gempol di Pasar Lempuyangan. Dia mengetahui jenang gempol tersebut dari internet. “Saya tahunya dari google, karena penasaran terus saya datangi aja, saya juga termasuk suka jajanan pasar dan tradisional,” tutur Ani.

Satu porsi jenang dihargai Rp 5 ribu dan bisa memilih empat macam jenang yang tersedia, yaitu jenang sumsum, jenang candil, jenang sumsum manis dan monte Gesti mulai berjualan dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB setiap harinya. Terkadang sebelum pukul 10.00 WIB dagangannya sudah habis terjual.

“Bahkan liburan lebaran tahun lalu, harus tutup agak awal karena dagangannya sudah habis sebelum jam 10,” papar Gesti kepada Merapi, Minggu (23/2) pagi.

Usaha berjualan jenang gempol atau jenang gendrul tersebut merupakan usaha turun temurun dari ibu mertuanya. Ibu mertuanya sudah berjualan jenang sejak tahun 1950 di lokasi yang sama dipakai Gesti. (C-2)

Read previous post:
Ayah Korban Susur Sungai: Tersangkanya, Kok Cuma 1

TURI (MERAPI)- Polda DIY menetapkan pembina Pramuka SMPN 1 Turi, IY sebagai tersangka susur sungai maut yang menewaskan 10 siswa.

Close