Beli Nasi Balap Bawa Wadah Sendiri dari Rumah

RASA peduli terhadap lingkungan dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Satu di antaranya dengan mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan melalui tulisan yang menarik. Hal ini pun telah dilakukan Anton Maryanto pemilik Gerai Makan-Minum ‘Happy Corner.’ Hal yang menarik dia juga mengedukasi pembeli dengan mengimbau agar membawa wadah atau perlengkapan sendiri jika pesanan makanan dan minuman dibungkus.

Lelaki kelahiran Lombok ini memasang tulisan layaknya spanduk di lokasi usahanya kawasan Jalan Pathukan Ambarketawang Gamping Sleman. Inti tulisannya terkait lingkungan, yakni usaha pengurangan penggunaan plastik dan sejenisnya. Sehingga konsumen atau pembeli makanan dan minuman terutama yang dibungkus atau dibawa pulang diimbau membawa wadah atau perlengkapan sendiri.

“Sebagian konsumen yang belum paham dengan tulisan tersebut biasa kami edukasi tentang arti pentingnya pengurangan penggunaan plastik dan sejenisnya yang tak bisa terurai di tanah. Setelah itu, setiap membeli makanan ataupun minuman di sini seperti nasi balap puyung ataupun jus buah sudah biasa membawa wadah sendiri dari rumah,” terang Anton kepada Merapii, kemarin.

Adapun jenis masakan atau makanan yang dijual di usaha kulinernya, seperti nasi balap puyung dan nasi plencing ayam (khas Lombok), nasi ayam rica-rica Manado, nasi kuning, nasi uduk dan nasi pecel. Paling diandalkan, yakni nasi balap puyung. Dia sendiri sejak lahir sampai selesai SMA berada di Lombok, sebab ayahnya pernah menjadi guru di Lombok. Lalu selepas SMA, bersama orangtuanya pulang kampung di DIY.

“Setelah lulus kuliah di Yogya, saya bekerja di Kalimantan mulai dari 1999 sampai 2014. Lalu ke Yogya lagi dan bersama istri membuka usaha Happy Corner ini,” kenang Anton.

Baginya nasi balap puyung punya citarasa enak, ada campuran beberapa bahan dan harga terjangkau. Selain senang dengan masakan tersebut, juga menjadi nostalgia tersendiri. Ditambah lagi mahasiswa asal Lombok yang kuliah di Sleman, Bantul maupun Kota Yogya cukup banyak, sehingga ketika dipasarkan secara online ataupun bermitra dengan pihak ojek online selalu ada pemesannya setiap hari. Jika dibungkus, pihaknya menggunakan kemasan box khusus makanan berbahan kertas karton.

Seporsi nasi balap puyung, terutama terdiri dari nasi dicetak bulat dan ditambah masakan ayam suwir dengan cita rasa pedas. Cara mengolah ayam suwirnya, yakni direbus dahulu, lalu disuwir-suwir dan di goreng sebentar. Saat penggorengan diberi beberapa bumbu, bahkan salah satu bumbunya dia menggunakan cabe kering utuh yang masih memesan dari Lombok lalu dipaketkan. Di daerah asalnya cabe kering ini disebut sebie deak dan perlu diblender/ditumbuk dahulu sebelum dijadikan bahan tambahan bumbu.

“Membuat sendiri dengan mengeringkan cabe sebenarnya bisa juga, tapi rasa dan aromanya bisa beda. Apalagi kalau tingkat kekeringan setelah dijemur juga kurang pas,” ucapnya.

Ditambahkan, ayam suwir yang sudah diberi bumbu-bumbu diberi perasan jeruk limau secukupnya. Selain ayam suwir ada juga tambahan kedelai serta kentang. Sedangkan irisan kacang panjang serta bawang merah cukup mentah saja. Campuran bahan ini akan memberikan sensasi cita rasa yang unik.

“Beberapa sumber menyebutkan sejarah nasi balap puyung, sebab konon di Desa Puyung Lombok sering ada lomba balap sapi. Sebelum lomba dimulai banyak yang makan dahulu nasi dengan campuran bahan-bahan khas termasuk ada ayam suwir pedas,” tambahnya, (Yan)

Read previous post:
Cuma di Kafe Ini, Menikmati Sore Layaknya Halaman Sendiri

SORE hari nampaknya menjadi waktu yang pas untuk menikmati waktu bersantai bersama teman, sahabat, pasangan maupun partner kerja. Suasana yang

Close